Bea Cukai Tanjung Priok Sita Kontainer Kura-Kura


PENYELUNDUPAN tempurung kura-kura, berhasil digagalkan Bea dan Cukai Tanjung Priok. Tidak tanggung-tanggung, tempurung kura-kura yang disita sebanyak satu kontainer. Berukuran 20 feet.


Diperkirakan, komoditi yang dilindungi itu jumlahnya ribuan lebih. Kura-kura tersebut dimasukan berdus-dus di dalam kontainer. Satu dus karton diperkirakan berisi ratusan tempurung kura-kura.


Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok Wijayanta mengatakan, kura-kura yang disita jenis kura-kura Asia Tengah dan Batok.


“Kura-kura tersebut merupakan jenis yang dilindungi. Satwa yang mendapatkan perlindungan dari Convention on International Trade Endangered of Wild Flora and Fauna (CITES). Selain itu, dokumen ekspornya juga tidak sesuai. Rencananya, tempurung kura-kura itu mau diselundupkan ke Taiwan,” ujarnya Rabu (25/2).


Lebih lanjut Wijayanta mengatakan, satwa yang coba diselundupkan itu termasuk dalam daftar Appendix II Cites. Yakni komoditi tumbuhan dan satwa liar yang terancam punah. Apabila tidak dibatasi peredaran dan perdagangannya.


“Adapun nilai barang tersebut ditaksir sekitar Rp 283 juta lebih. Untuk kerugian negara, tidak terhingga. Sebab terkait satwa yang terancam punah. Penyelendupan itu, juga bisa merusak ekosistem,” beber Wijayanta.


Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, Jo Keputusan Mentri Kehutanan Nomor 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha atau penangkapan dan peredaran tumbuhan dan satwa liar, dinyatakan bahwa satwa dan/atau bagiannya yang termasuk dalam daftar Appendix II Cites (terancam punah), maka perlu diatur peredaran dan perdagangannya. Dan untuk ekspor wajib dilindungi SATS-LN (surat angkut tumbuhan dan satwa liar-luar negri).


Selanjutnya, terkait satwa tersebut, pihaknya kata Wijayanta, melimpahkan penanganan perkara tersebut ke BKSDA DKI Jakarta. “Barang sitaan tersebut selanjutnya kami limpahkan ke BKSDA,” pungkas Wijayanta.


Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Alam DKI Jakarta Awen Supranata, kerugian akibat upaya penyelundupan tidak terhitung nilainya. Sebab kata dia, kalau secara lingkungan, ekosistem itu tidak terhingga. Adapun hasil dari penengahan, pihak Bea dan Cukai memberitahukan, kepada pihaknya bahwa telah menyita kura-kura satu kontainer.


“Dan kami langsung melakukan pengecekan. Itu jenis kura-kura Asia Tengah dan Kura-Kura Batok. Tersebar di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Di luar negri kura-kura jadi obat, entah obat kuat atau apa, saya juga tidak tahu,” ujar Awen.


Dia menambahkan, setelah satwa diterima dari Bea Cukai, pihaknya akan membawa ke konservasi di Tegal alur. “Nantinya akan dimusnahkan, atau di lelang,” pungkas Awen. (dai)




sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.