Ditjen Pajak Perkirakan ‘Tax Amnesty’ Berlaku 2016


Skalanews – Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito menyatakan, pihaknya memperkirakan kebijakan penghapusan sanksi pajak (tax amnesty) baru bisa diberlakukan paling cepat pada tahun 2016-2017.


“Itu sementara masih wacana. Karena memang tidak mudah untuk menjalankannya. Undang-undangnya pun juga harus dibuat,” kata Sigit di Jakarta, Kamis (12/2).


Menurut dia, walaupun rencana tersebut diperlukan untuk menyikapi kenaikan target penerimaan pajak tahun ini, namun butuh waktu agar pelaksanaan kebijakan itu bisa dilaksanakan dengan baik.


Kebijakan tersebut, katanya, bertujuan agar para Wajib Pajak (WP) tidak merasa takut dengan beban pajak yang tengah ditanggung, sekaligus menarik pendapatan sebesar mungkin.


“kita harap mereka tidak takut lagi, seolah-olah ini seperti pemutihan. Tidak seperti dulu yang sampai dipidanakan. Cukup bayar kewajibannya saja,” ucap Sigit, menjelaskan.


Hingga saat ini, Ditjen Pajak masih belum menentukan kriteria WP yang berhak mendapat “tax amnesty” tersebut, dan masih melakukan pembahasan dengan DPR.


Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, kebijakan tersebut akan diterapkan bagi masyarakat yang menyimpan dananya di luar negeri, dan tengah menyiapkan kajian terkait rencana itu.


“Ini terobosan yang luar biasa. Tapi perlu kajian mendasar, karena ada yang berhasil memberlakukannya dan ada yang tidak,” ujar Mardiasmo di Jakarta, Selasa (27/1).


Tax amnesty merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang perpajakan, berupa rekonsiliasi ekonomi atau penghapusan pajak bagi WP yang menyimpan dananya di luar negeri dan tidak mematuhi kewajibannya membayar pajak.


Kebijakan perpajakan tersebut biasanya dilakukan oleh suatu negara apabila kepatuhan pajak semakin menurun tiap tahunnya dan memiliki dampak positif bagi penerimaan. (ant/tat)



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.