Ditjen Pajak Tunda Aturan ‘Intip’ Deposito, Pengusaha: Sesuai Rekomendasi Kami

Jakarta -Pemerintah memutuskan untuk menunda pemberian kewenangan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang bisa ‘mengintip’ rekening deposito nasabah perbankan. Penundaan ini dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto (SBS) menilai penundaan tersebut merupakan bagian dari rekomendasi dunia usaha.


“Itu kan adalah salah satu yang kalau tidak salah ditangguhkan. Atas dasar yang kami rekomendasikan juga. Kami mengatakan bahwa kita harus berhati-hati menyangkut masalah ini,” ungkap SBS di Gedung Djuanda, komplek Kemenkeu, Jakarta, Jumat (20/2/2015).


Menurut SBS, Indonesia masih membutuhkan kepercayaan dari pada pemilik modal. Bila kebijakan ini diberlakukan, banyak yang akan merasa tidak nyaman dan bisa saja memilih menempatkan dana di luar negeri.


“Sekarang saja dengan susah payah jangan sampai terjadi pelarian modal ke luar negeri. Apalagi dengan kebijakan itu diterapkan, bisa menambah alasan untuk capital flight,” jelasnya.


Menurut SBS, kepentingan nasional dipertaruhkan. Indonesia masih membutuhkan aliran dana untuk menjadi modal pembangunan.


“Kalau modal lari ke luar negeri bagaimana? Makanya harus upayakan sumber pendanaan ini terjamin,” kata SBS.


SBS mengakui Indonesia dengan beberapa negara sudah bekerja sama terkait peralihan dana dalam jumlah besar yang patut dicurigakan. Namun belum tentu akan efektif.


“Itu kan baru saja, ya kita lihat efektivitasnya. Terutama dengan Singapura yang menjadi surga bagi modal indonesia,” tuturnya.


(mkl/hds)



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.