Dokumen Komplit Sriwijaya FC untuk Jelajahi ISL 2015


Sriwijaya FC mengeluarkan sinyal kesiapan mengarungi Indonesia Super League (ISL) 2015. Semua dokumen yang dibutuhkan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sebagai bahan pertimbangan mengeluarkan rekomendasi memutar ISL 2015 sudah dilengkapi.


Surat pernyataan bebas utang sudah lengkap. Begitu juga dengan nomor pokok wajib pajak (NPWP) perusahaan, dan klausul kontrak pemain dengan klub, serta youth development. Semuanya sudah diberikan ke PT Liga Indonesia kemudian diserahkan ke BOPI.


Dikatakan Sekretaris pengelola Sriwijaya FC, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Faisal Mursyid, meski sudah memenuhi semua persyaratan pihaknya tak ingin takabur. Dia tetap menunggu tim lainnya melakukan hal serupa.


Baginya, ISL telah ditetapkan diikuti 18 klub, jadi tidak bisa meninggalkan yang lainnya. Apalagi, jumlah peserta kompetisi ISL 2015 juga sudah dilaporkan ke AFC.


”Tidak boleh ada yang ditinggal jika ada yang belum lengkapi dokumen. Harus bareng-bareng meski dari 18 klub kondisinya berbeda. Peserta 18 klub ISL sudah keputusan juga sudah dilaporkan ke AFC. Mana ada yang sempurna di dunia ini? Kalau ingin sempurna ya bersama-sama sempurnakan. Pembinaan itu bukan membinasakan klub tapi membimbing dan mendampingi,” ungkap Faisal, Selasa (17/2).


Baginya, PT Liga Indonesia sudah melakukan pembinaan dengan baik. Selama ini, regulator kompetisi sepak bola Indonesia tersebut telah melakukan pendampingan selama enam tahun untuk peningkatan lisensi. Semua harus selamatkan proses ini termasuk BOPI.


”BOPI juga harus selamatkan kompetisi ini. Tidak serta merta harus begini dan begitu. Segala sesuatu butuh proses. Tidak bisa pakai harga mati untuk sebuah masalah. Apakah semua ingin kompetisi ISL terhenti? BOPI mestinya bisa berikan pengawasan dan pendampingan,” ujarnya.


Kini, kick off tinggal dua hari dan rekomendasi untuk memutar kompetisi dari BOPI belum juga keluar. Kata Faisal, saat ini bagaimana caranya agar semuanya selamatkan Persib Bandung dan Persipura Jayapura main di AFC Cup. Karena itu, penerbitan rekomendasi menjadi mutlak dilakukan BOPI.


Untuk itulah ada empat skenario yang dimunculkan saat emergency meeting di Hotel Parklane, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin malam (16/2). Yakni, PSSI/PT Liga Indonesia kirim surat ke Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan perkembangan sepak bola terkini.


Kemudian perwakilan 18 klub ISL menemui BOPI Selasa (17/2). Selanjutnya PSSI akan ajukan judicial review Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Nomor 3 Tahun 2005 ke Mahkamah Konstitusi.


Langkah ini diambil supaya ada turunan lain, yaitu cooperation agreement atau tahapan perencanan, sosialisasi, penilaian dan sebagainya untuk melengkapi surat keputusan menteri tentang kewenangan BOPI pada 2009. Terakhir, klub sepakat kick off tetap 20 Februari.


”Kenapa kick off harus on schedule? Pertama, klub sudah kontrak pemain. Kemudian terikat mitra kerja dengan sponsor lalu stakeholder Indonesia menunggu bergulirnya ISL. Lagi pula klub dan kompetisi juga penyumbang pemain ke Timnas Indonesia. Mereka berjuang demi bangsa dan negara,” tukasnya. (kmd/ion/ce2)



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.