Genjot Pendapatan Pajak, DJP Bidik Artis

Metrotvnews.com, Jakarta: Usaha pemerintah untuk menggenjot pajak boleh dibilang bukan main-main. Seperti yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan hari ini, Kamis (12/2/2015), di kantor pusat DJP, Jakarta, dalam acara Selebriti Membangun Negeri.

Siapa sangka, belasan artis yang hadir di sana ternyata rutin membayar pajak. Seperti salah satu magician kondang, Deddy Corbuzier.


“Saya tidak pernah tidak bayar pajak. Tidak pernah kurang malah lebih,” kata Deddy. Dia termasuk selebriti yang memakai jasa konsultan pajak seperti kebanyakan selebriti lainnya.


Deddy pun bercerita sempat dianggap tidak membayar pajak. Usut punya usut ternyata surat pemberitahuan tahunan tidak dilaporkan oleh konsultan pajak pribadinya.


Dalam kondisi tersebut, dia mengaku kebingungan mau menyalahkan siapa. Mencari konsultan pajak seperti yang dilakukan kebanyakan artis pun tidak begitu Deddy pahami.


“Saya bayar, saya punya bukti pembayaran, bahkan ada kelebihan bayar,” tuturnya. Hal yang sama pun pernah dialami pedangdut ternama, Inul Daratista.


Bedanya, Inul mencari solusi dengan sering mengobrol bersama orang yang bekerja di DJP. Pada saat itu dia pun mengungkapkan keluhannya.


“Saya sendiri saja datang, biasanya saya di Petukangan. Kalau ada untuk sosialisasi saya juga biasa diundang,” ucap Inul. Dengan begitu dia tidak memerlukan lagi konsultan pajak.


Menyebut diri sebagai orang yang paling taat pajak, penyanyi yang terkenal dengan goyang ngebornya ini mengapresiasi acara yang dilakukan DJP. Bagi Inul keterbukaan paparan DJP menbuat wajib pajak merasa aman.


Sebagai anak bangsa yang baik, dia percaya pajak bisa diselesaikan bersama-sama. Jika ada masalah sebaiknya langsung mendatangi kantor pajak untuk diselesaikan.


“Bayar ya bayar, bayar gede ya bayar gede, tapi kan istilahnya kalau pajaknya tertunda kan bisa minta keringanan,” katanya. Pelawak senior, Parto Patrio pun bisa menjelaskan mengenai pembayaran pajak yang dia lakukan.


Pembayaran pajak yang dia urus biasanya untuk kekurangan bayar. Biasanya pada akhir tahun ada sekitar Rp5 juta kekurangan setelah diproses dengan konsultan pajak pribadinya.


“Ada kelebihan bayar dan ada kekurangan bayar. Tapi biasanya saya urus kekurangan bayar, kalau kelebihan, biarlah,” sahutnya. Dalam kontrak kerja yang biasanya setahun pun dia langsung meminta untuk dipotong pajak.


Dengan begitu hasil kontrak akan diterima bersih. Bukti pemotongan pajak akan diterima langsung oleh Parto.


“Jadi begini, di kontrak setiap kali pembayaran itu langsung dipotong. Misalnya sebulan dua kali pembayaran, langsung ada potongan,” ucap Parto. Tujuan acara ini pun menurut Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Sigit Priadi Pramudito bukan untuk menagih pajak.


Sebagai public figure, artis dianggap dapat menyebarkan pentingnya pajak kepada masyarakat. Masyarakat mesti dipengaruhi dengan pemikiran pajak yang kokoh dapat membangun negeri.


“Yang saya cari bukan pajaknya mereka,” cetus Sigit. Para selebriti pun tidak diberikan insentif oleh pemerintah, hanya diberikan penghargaan untuk mereka yang membayar dengan tepat waktu.



WID



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.