HSBC Juga Tersangkut Kasus Pencucian Uang

Jakarta -Masalah bertubi-tubi tengah mendera HSBC. Setelah dugaan membantu penghindaran pajak, bank terbesar kedua di dunia ini juga tersangkut kasus pencucian uang.

Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Senin (23/2/2015), pihak kejaksaan Swiss menggeledah kandor HSBC di Jenewa untuk mencari bukti-bukti dugaan pencucian uang. Kejaksaan menyebutkan mereka menginvestigasi anak usaha HSBC, yaitu HSBC Private Bank (Suisse), dan seseorangyang terlibat pencucian uang.


Olivier Jarnot, Jaksa Agung Jenewa, mengatakan penyelidikan yang dilakukan bisa terkait dengan penghindaran pajak atau pun pencucian uang.


“Tujuan dari investigasi ini adalah mengetahui secara persis informasi yang sekarang telah diketahui oleh publik. Apakah itu menyangkut bank, nasabah, dan sebagainya,” kata Jarnot.


Penggeledahan ini tidak berselang lama dari mulai menyeruaknya kasus dugaan penghindaran pajak oleh nasabah-nasabah kaya di HSBC. Bahkan HSBC membantu penghindaran pajak ini.


Franco Morra, CEO HSBC Private Bank (Suisse), menyebutkan bahwa pihaknya telah menutup rekening-rekening nasabah yang tidak memenuhi standar. Dia juga menyatakan bahwa praktik-praktik yang selama ini dilakukan sudah tidak lagi bisa diterima.


HSBC telah membantu klien-klien kaya mereka untuk menghindari pajak. Ada 106.000 klien di 203 negara yang diduga terkait penghindaran pajak senilai US$ 118 miliar atau lebih dari Rp 1.400 triliun.Next



Halaman12



(hds/ang)



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.