Jalankan Program Jakarta Sadar Zakat, Bazis Optimis Capai Rp 120 Miliar


JAKARTA – Badan Amil Zakat Infak dan Shadaqah (Bazis) Provinsi DKI Jakarta, tahun ini menargetkan bisa mengumpulkan zakat sebesar Rp 120 miliar. Capaian ini bakal tercapai seiring program Jakarta Sadar Pajak yang saat ini sedang digencarkan.


“Dalam rapat kerja Bazis DKI Jakarta beberapa waktu lalu, kami optimis bisa berhasil mengumpulkan Zakat hingga Rp 120 Miliar. Target ini tentu menjadi penyemangat kami untuk bisa menjadikan Bazis lembaga yang dipercaya masyarakat luas,” ujar Wakil Ketua Bazis DKI Jakarta, Djumhana kepada indopos.co.id, Senin (23/2).


Untuk mencapai angka itu, Bazis akan terus menggencarkan program Jakarta Sadar Zakat yang menjadi salahsatu program prioritas Bazis di tahun ini. “Program sosialisasi ini bertujuan agar kesadaran masyarakat Jakarta pada kewajiban Zakat makin tumbuh,” paparnya.


Djumhana menuturkan, saat ini lembaganya telah mengelola zakat 56000 pegawai negeri sipil (PNS) seluruh DKI Jakarta. Dimana setiap bulannya Bazis berhasil mengumpulkan Rp 5 miliar dari zakat profesi para pegawai tersebut. “Program ini telah berjalan, dan kami menyebutnya sebagai program internal karena yang membayar pajak adalah PNS DKI Jakarta,” jelasnya.


Sementara untuk program eksternal, Bazis juga telah bekerjasama dengan 12 bank, baik itu swasta maupun BUMN. Seperti, BRI dan Mandiri. Dikatakan Djumhana, pembukaan rekening Bazis di sejumlah bank ini untuk memudahkan masyrakat profesional Jakarta dalam menunaikan zakatnya lewat Bazis.


“Kita juga menyasar semua kalangan, baik kalangan atas yang membutuhkan akses cepat, maupun masarakat menengah bawah yang kita sediakan juga salurannya dengan menepatkan beberapa petugas Bazis hingga tingkat kecamatan,”tandasnya.


Hal ini dilakukan karena potensi peningkatan jumlah capaian zakat di Jakarta masih sangat besar, terutama dari kalangan eksternal. “Kita akan terus sosialisasikan kesadaran zakat dan shodaqoh. Kita juga kerjasama dengan beberapa perusahaan BUMD dan BUMN. Bahkan saat ini kita sedang kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO),” tuturnya.


Patut diketahui, pada 2014 Bazis berhasil mengumpulkan Zakat sebanyak Rp 113,7 miliar. Capaian itu, dinilai naik dibanding tahun sebelumnya yakni Rp 97,3.miliar. “Karena itu kita optimis tahun ini bisa mencapai Rp 120 Miliar dan demi kepercayaan masyarakat setiap tahun dana Bazis juga diaudit akuntan publik yang ditunjuk komisi pengawas. Kita sudah 12 tahun trus dilakukan audit ini,” imbuhnya.


Lebih lanjut, dirinya berharap, Bazis bisa lebih dekat lagi dengan semua warga Jakarta, baik itu kelas atas maupun menangah. Karena, kata Djumhana, rencana strategis (renstra) Bazis untuk lima tahun mendatang, 2020. Bazis menjadi lembaga yang aktif dan dipercaya mengikis jumlah keluarga miskin ibukota.


“Kita paham karakter dan trend masyarakat DKI Jakarta yang cenderung lebih cepat dalam layanan. Ini tentunya menjadi sorotan kami Bazis yang secara langsung harus lebih cepat dan responship dalam menampung Zakat dan menyalurkanya, ini demi terwujudnya Jakarta Sejahtera,” pungkasnya. (dms)



Berita Terkait:




sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.