Kejaksaan Setor Lelang Aset Gayus ke Kas Negara


JAKARTA-Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat berhasil mengkonversi barang rampasan milik koruptor Gayus Halomoan Tambunan menjadi uang tunai sebesar Rp861,3 juta lebih melalui proses lelang.



Gayus Tambunan adalah mantan pegawai Ditjen Pajak yang merupakan terpidana kasus korupsi, penerimaan gratifikasi, penyuapan, dan tindak pidana pencucian uang.



Kali ini aset tak bergerak milik Gayus yang dilelang adalah berupa Apartemen Cempaka Mas dan dua unit mobil, jenis Ford Everest dan Honda Jazz yang dihargai Rp861,3.



juta lebih. Proses lelang dilakukan oleh Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta IV, Jl Prapatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2).



Kajari Jakarta Pusat, Hermanto mengatakan, pihaknya akan menyetorkan hasil lelang tersebut ke kas negara, Selasa (24/2).



“Besok (Selasa), kita baru akan laporkan hasil lelang sisa aset Gayus, berupa apartemen dan dua unit mobil ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (19/2).



Menurut Hermanto, para pemenang lelang telah diberi waktu lima kali 24 jam, sejak proses lelang, Rabu (18/2) untuk menyetor ke rekening penampung hasil lelang, yang telah ditetapkan. Selanjutnya, dalam waktu satu kali 24 jam, tim eksekutor menyetor ke kas negara.



“Kita juga mengapresiasi lelang kemarin yang diikuti oleh tiga peserta lelang, sebab nilai yang diperoleh dari lelang tiga unit aset tersebut melebihi dari limit (batas) dan itu berarti ada kelebihan yang semua akan disetor ke kas negara,” jelasnya.



Dipaparkan Hermanto, apartemen yang dilelang seluas 74 m2, di tower A1 Graha Cempaka Mas, Jakarta Pusat terjual dengan harga Rp 645 juta dari harga yang ditetapkan sebesar Rp 642.434.700. Pemenang adalah Dirut PT Tazar Guna Mandiri, Tazar. Lalu, mobil Honda Jazz warna biru tahun 2008 dengan nomor polisi B 52 MA. Harga limit mobil Rp 97.092.000 dan ditawarkan dengan harga Rp 98 juta oleh pejabat lelang. Laku, dengan nilai Rp 97.100.000 oleh Anies Puspitarini dari Bogor.



Mobil Ford Everest dengan nopol B 96 MG berhasil terjual dengan harga Rp 119.200.000 di atas limit harga sebesar Rp 119.067.900. Pemenang lelang, adalah Hanggana Lutfan Hakim yang juga putera Anies Puspitarini. “Total hasil lelang kali ini sebesar Rp 861.300.000.” tukas dia.



Sebelumnya, Selasa (23/12) lalu, lelang serupa telah dilakukan terhadap sebidang tanah seluas 260 meter persegi dan bangunan di perumahan Gading Taxy blok GE 6 nomor 1 Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan harga pembukaan Rp 6,4 miliar.



Lalu, Satu paket sebanyak 31 keping logam mulia terjual dengan harga Rp 1,4 miliar. Dan semua sudah disetor ke kas negara. Meski demikian, lelang rumah di Kelapa Gading sempat menuai keluhan, karena harga pasar sekarang sudah mencapai Rp10 miliar.



Belum lama ini, Kejaksaan Agung melalui PPA juga memverifikasi sisa aset terpidana koruptor tersebut berupa uang tunai sebesar Rp74 miliar, terdiri atas dollar AS dan dollar Singapura berikut 3,1 kilogram emas logam mulia. Sejumlah harta itu belakangan dititipkan di safe deposite box Bank Indonesia. Meski demikian, eksekusi dan verifikasi baru dilakukan sebagiannya atau belum mencapai 50 %. Jumlah harta Gayus yang diverifikasi dan dieksekusi itu berupa uang tunai senilai, 659.800 dollar AS, 9.980.034 dollar Singapura, dan uang Rp 201.089.000,00. Berikut 3,1 kilogram logam mulia (emas) seberat. Eksekusi ini dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) No 52 K/PID.SUS/2013. Gayus diketahui adalah mantan pegawai Unit Banding dan Keberatan Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan. Dia dipidana hampir 26 tahun, karena terbukti dari sekitar enam tindak pidana umum dan tindak pidana korupsi. Kini dia menjalani hukuman badan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.(ydh)



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.