Kejar Tunggakan Rp 70 T, Dirjen Pajak: Kita Pakai Cara Halus Sampai Kasar

Yogyakarta -Potensi pajak yang belum tergali di Indonesia masih cukup besar. Terutama potensi pajak dari orang pribadi. Tingkat kepatuhan wajib pajak pribadi dinilai masih sangat rendah.

Saat ini, masih banyak wajib pajak yang menunggak atau mengemplang membayar pajak. Para penunggak pajak akan terus dikejar, bahkan terancam dipenjarakan.


Dirjen Pajak Sigit Pramudito mengatakan, pihaknya telah memiliki data para pengemplang pajak. Kurang lebih ada 56 pengemplang pajak yang diprioritaskan untuk terus dikejar pada tahun ini. Penunggak ini tidak bayar pajak dalam waktu waktu 5 tahun dan sudah diberi peringatan.


“Kita kejar dengan cara yang halus sampai dengan cara kasar. Cara kasar ditempuh dengan sandera atau gijzeling, yakni dimasukkan sel (penjara),” kata Sigit pada jumpa pers di kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimeway Yogyakarta (DIY), Senin (9/2/2015).


Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak bertekad konsisten mengejar para pengemplang pajak. Sekarang jumlah tunggakan pajak yang belum dibayarkan sudah mencapai Rp 70 triliun.


Menurutnya, potensi pajak yang belum tergali cukup besar, terutama dari orang pribadi. Jumlah penduduk Indonesia mencapai 240 juta orang, dari jumlah itu, 45 juta orang yang sudah menjadi wajib pajak.


Untuk meningkatkan target penerimaan pajak, tahun ini Ditjen Pajak akan melakukan sosialisasi pajak besar-besaran.


(dnl/dnl)



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.