PPATK Laporkan Kerugian Negara Rp33 T kepada Jokowi

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menerima laporan kerugian negara sebesar Rp33 triliun dari 10 kasus wajib pajak yang belum dibayarkan. Hal tersebut dilaporkan langsung oleh Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/2/2015).

Ia mengungkapkan, ada sekitar 3100 kasus wajib pajak yang hingga kini masih dalam proses penyidikan. Kasus wajib pajak itu berasal dari pajak pribadi dan perusahaan.


“Kita lagi nyidik 3100 kasus wajib pajak besar itu sudah selesai 10 orang dapat Rp33 triliun,” katanya.


Yusuf menjelaskan, nilai pajak tersebut berkisar dari ratusan juta hingga Rp1,9 triliun. “Range-nya antara Rp168 juta sampai dengan Rp1,9 triliun per wajib pajak,” sambungnya.


Sebagai pimpinan, ia menargetkan tahun ini PPATK akan memberi peranan lebih besar dalam memberantas illegal logging dan illegal fishing. Dengan demikian, pendapatan negara dari wajib pajak akan lebih besar.


“PPATK harus dimanfaatkan dan membantu pada kementerian kelautan dan kehutanan,” paparnya.


Menurutnya, ide tersebut sangat di apresiasi Presiden Jokowi. Ia optimis PPATK akan berperan besar bagi negara. “Tanggapannya positif dan dia (presiden) senang,” pungkasnya.



LOV



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.