Profesor Australia Ini ‘Nasehati’ Jokowi Terkait Pajak


VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo menargetkan pemerimaan pajak sebesar Rp1.300 triliun pada tahun ini. Naik sekitar Rp400 triliun dari realisasi pajak tahun lalu.


Menanggapi hal tersebut, Profesor Ekonomi dari Melbourne Business School, Mark Crosby berpendapat, tantangan utama yang harus dihadapi pemerintah untuk merealisasikan target itu adalah bagaimana meningkatkan kepatuhan pajak.


Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan masyarakat kurang patuh bayar pajak. Salah satunya, mengenai mekanisme birokrasi pajak yang berbelit.


“Butuh waktu dan upaya ekstra untuk mengisi laporan pajak. Ini perlu diperbaiki,” ujarnya dalam acara The Economist Indonesia Summit 2015, Jakarta, Rabu 11 Februari 2015.


Tantangan lainnya, lanjut Crosby, pemerintah Indonesia perlu membenahi kebijakan pajak yang dinilai tidak efektif. Saat ini, pemerintah hanya fokus pada pajak pertambahan nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) khusus.


“Padahal, implementasinya tidak sesuai harapan. Karena itu, perluasan objek pajak di sektor lain harus dilakukan. Namun, harus dibuat sesederhana mungkin sehingga tidak memberatkan WP,” terangnya.


Selain itu, katanya, lagi-lagi banyak yang menginginkan kebijakan pajak yang membuat orang mudah untuk bekerja dan perusahaan tetap beroperasi dengan baik.


Dia pun tak lupa untuk mengigatkan bahwa anggaran belanja pemerintah yang dihasilkan dari penerimaan pajak harus berkualitas. Alasannya, karena hal tersebut juga menentukan peningkatan penerimaan pajak di masa depan.


“Karena itu, bisa meningkatkan pajak konsumsi,” tambah Crosby. (asp)


Baca juga:


Jokowi Tetap Pede Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,7 Persen


Misi Terselubung Penghapusan PBB dan NJOP



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.