Target Penerimaan KPP Pratama Timika Rp2,6 Triliun


Skalanews – Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika, Papua tahun ini diberikan target penerimaan pajak dari pusat sebesar Rp2,649 triliun, yang diharapkan berasal dari beberapa perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia.


Kepala KPP Pratama Timika Hadi Susilo di Timika, Senin (23/2) mengatakan, target penerimaan pajak KPP Pratama Timika merupakan yang tertinggi se Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Papua Maluku.


Tahun ini, Kantor DJP Papua Maluku ditargetkan memperoleh penerimaan pajak sebesar Rp12,030 triliun.


“Untuk target penerimaan pajak tahun ini di se-Kanwil DJP Papua Maluku memang belum dibagi, tapi diperkirakan untuk KPP Pratama Timika sekitar Rp2,649 triliun. Dibandingkan dengan realisasi penerimaan bruto tahun 2014 yang mencapai Rp2,184 triliun atau sekitar 99,92 persen, maka untuk target tahun ini KPP Pratama Timika mengalami kenaikan hampir sekitar Rp500 miliar,” jelas Hadi Susilo.


Ia mengatakan, sumber penerimaan pajak terbesar di KPP Pratama Timika yang mencakup empat kabupaten, yakni Mimika, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya, masih berasal dari PT Freeport Indonesia dan sejumlah perusahaan privatisasi, serta kontraktornya.


“Kita memang sangat tergantung dari Freeport dan perusahaan-perusahaan rekanannya. Kalau kondisi ekonomi bagus dan operasional PT Freeport bisa berjalan normal, maka kami optimistis bisa mencapai penerimaan tahun 2014. Tapi dengan kenaikan yang hampir mencapai Rp500 miliar, tentu harus ada terobosan-terobosan baru,” ujarnya.


Hadi mengatakan, terobosan baru yang akan dilakukan untuk dapat merealisasikan target penerimaan pajak tersebut salah satunya dengan melakukan kerja sama dengan empat pemerintah daerah yang berada dalam jangkauan pelayanan KPP Pratama Timika.


Potensi pajak yang bisa digali melalui kerja sama dengan empat kabupaten itu, yakni potensi pajak yang bersumber dari APBD, terutama menyangkut pajak penghasilan (PPh pasal 21, PPh pasal 22 dan PPh pasal 23), serta pajak pertambahan nilai (PPn).


“Penggalian potensi PPh dan PPn itu, yang akan kita tingkatkan terutama dari para PNS dan juga mengintensifkan potensi pajak swasta,” jelas Hadi.


Saat ini, jumlah wajib pajak yang terdata di KPP Pratama Timika sebanyak lebih dari 60 ribu. Dari jumlah itu, wajib pajak yang dinilai aktif membayar pajak hanya sekitar 40 ribu-an.


Hadi mengimbau para wajib pajak di wilayah itu, agar dapat melaksanakan kewajiban pajaknya tepat waktu.


“Kami juga mengharapkan, agar masyarakat seluruhnya mendukung tugas kami dalam hal mengumpulkan penerimaan negara demi kelangsungan pembangunan di negeri kita,” ujarnya.


Secara nasional, DJP Kementerian Keuangan menargetkan, penerimaan dari sektor pajak tahun ini sebesar Rp1.295 triliun atau mengalami kenaikan sekitar Rp400 triliun dari realisasi penerimaan pajak tahun 2014 yang hanya mencapai sekitar Rp900 triliun lebih. (ant/tat)



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.