Tengarai Banyak Barang Mewah Lolos Pantau, Bea Cukai Perketat Pengawasan


TANGERANG – Menggenjot bea masuk barang mewah, Kantor Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperketat pengawasan. Ini dilakukan karena masih banyak pengguna jasa penerbangan yang memilih tidak melaporkan barang-barang bawaan yang dibeli di luar negeri.


Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Okto Irianto mengatakan langkah pengetatan ini juga berkaitan dengan targetan bea masuk dan pajak di tahun 2015. Menurut Okto, penerimaan Bea masuk pada tahun 2015 mencapai Rp3,5 triliun. Target tersebut meningkat Rp300 miliar dari target tahun 2014 sebesar Rp3,2 triliun.


“Target tahun ini meningkat seperti tahun-tahun sebelumya. Kemungkinan pada APBN Perubahan, target tersebut malah akan bertambah menjadi Rp3,8 triliun,” jelas Okto Irianto.


Menurut Okto ada perilaku penumpang yang menarik dan perlu pengawasan lebih maksimal. Salah satunya adalah upaya untuk tidak memberitahukan barang mewah yang dibeli di luar negeri. Ini dilakukan para penumpang untuk menghindari pajak yang wajib ditanggung. Barang mewah yang masuk kategori antara lain bernilai di atas Rp50 juta hingga miliaran rupiah.


Dijelaskan Okto, hal unik para penumpang yang sengaja tidak melaporkan barang mewah yang dibeli dari luar negeri beberapa kali pernah ditindak. Salah satunya adalah jam tangan. Biasanya para penumpang sengaja menyimpan kotak jam di tas namun, jam tersebut sengaja disimpan di kantong baju.


“Pengawasan bakal diperketat. Kalau mereka ketahuan menyembunyikan barang yang masuk kategori mewah bakal diwajibkan membayar,” ujarnya..


Fenomena ini menurut Okto cukup menarik dan disisi lain dapat berpotensi menambah bea masuk barang mewah. Menarik terangnya karena barang-barang dari luar negeri yang di bawa oleh penumpang umumnya banyak di jual di dalam negeri dan harganya tidak jauh berbeda. Namun entah karena apa, para penumpang memilih membeli di luar dan sengaja mencoba menyembunyikan untuk menghindari pajaknya.



“Kami meminta agar penumpang asal Indonesia lebih baik membeli barang-barant tersebut di dalam negeri. Kalaupun memang hendak membeli di luar negeri, kami harap pajaknya di bayar. Jangan sembunyi-sembunyi karena kedepan bakal diperketat,” ucapnya.(fin)



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.