DJP Kaji Rencana Kenaikan PPN Rokok 10%

Metrotvnews.com, Jakarta: Demi menggenjot penerimaan perpajakan yang ditargetkan Rp1.489,3 triliun dalam APBN Perubahan 2015, pemerintah melakukan berbagai strategi penyisiran potensi pajak, salah satunya yakni pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) pada hasil tembakau dan rokok.

Direktur Peraturan Perpajakan I, Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, Irawan mengatakan pihaknya kini sedang mengkaji rencana kenaikan PPN rokok menjadi 10 persen.


“Kita maunya full 10 persen. Tapi kami akan kaji lebih lanjut berapanya, agar tidak memberatkan industrinya. Jangan sampai mereka gulung tikar. Tapi kalau industri yang besar menurut saya enggak ada masalah,” kata Irawan di kantor pusat DJP, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2015).


Irawan menyebutkan saat ini tarif PPN yang berlaku untuk tembakau dan rokok yakni 8,4 persen. PPN tersebut dikenakan di tingkat pabrik rokok. Menurutnya, tarif PPN yang berlaku saat ini lebih rendah dibanding negara ASEAN lainnya, sehingga masih ada peluang untuk menaikkan.


“Ada peluang harga naik, dan rokok ini inelastis, sehingga berapapun harganya akan dibeli. Kita berencana naikkan tarifnya. Kita tunggu hasilnya, diharapkan Maret kajiannya selesai,” tukasnya.



WID



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.