Jika PPN Tol 10% Ditunda, Ancam Tambahan Pajak Rp1,2 Triliun

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengatakan penerapan pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen pada pengguna jalan bebas hambatan atau jalan tol semakin cepat semakin baik.

Direktur Peraturan Perpajakan I DJP, Irawan, mengatakan jika penerapannya ditunda-tunda, maka akan berdampak pada penerimaan pajak yang dipatok pada APBN Perubahan 2015 sebesar Rp1.244,7 triliun, terutama untuk PPN.


“Semakin cepat semakin baik. Kalau diberlakukannya misalnya September, maka penerimaan PPN akan molor,” kata Irawan, dalam kesempatan ngobrol santai dengan wartawan, di kantor Pusat DJP, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2015).


Irawan menyebutkan, jika diberlakukan dengan kesepakatan awal yakni pada 1 April 2015, maka potensi sumbangan (share) yang bisa dicapai dari PPN tol ini terhadap target pajak seluruhnya yakni sebesar Rp1,2 triliun.


“Potensinya Rp1,2 triliun, kalau ditunda sampai September bisa mengancam target penerimaan 2015,” ucapnya.


Sebelumnya dikabarkan Presiden Joko Widodo mengiinstruksikan agar penerapan PPN jalan tol ini harus berdasarkan timing yang tepat dan juga melihat kondisi masyarakat. Jokowi memandang saat ini waktunya tidak tepat karena harga kebutuhan pokok sedang mengalami kenaikan seperti misalnya harga elpiji, harga beras, dan juga tarif listrik.


“Intinya Pak Presiden mengatakan bahwa itu PPN yang harus dikenakan. Cuma beliau mengatakan kebijakan yang menyangkut kenaikan tarif harus melihat timing-nya. Tidak menyatakan ditunda tapi timing-nya saja,” terang Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengikuti arahan Jokowi.



AHL



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.