Penerapan Aturan Baru Membuat Penerimaan Pajak Gamang


JAKARTA – Pencapaian penerimaan pajak pada 2014 disebut terkecil dalam 25 tahun terakhir. Pasalnya, pada tahun tersebut realisasi penerimaan pajak hanya sekira 91 persen.


“Selalu di bawah target realisasi pencapaian pajak. Pada 2014 yang terendah selama 25 tahun terakhir cuma 91,5 persen,” kata Peneliti Kebijakan Ekonomi Perkumpulan Prakarsa, Wiko Saputra di Jakarta, Minggu (29/3/2015).


Wiko menyebutkan, pada tahun ini akan lebih sulit bagi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dalam mencapai targetnya. Sebab, ada kenaikan target sebesar 31,9 persen dari realisasi penerimaan tahun lalu.


“Ini sulit makanya Ditjen Pajak mau menerapkan sunset policy, tax amnesty dan aturan pajak baru-baru itu,” ucap dia.


Namun, penerapan aturan-aturan dan kebijakan pajak tersebut hanya memperlihatkan kegamangan Ditjen Pajak dalam mencapai penerimaan.


“Dulu itu mau terapkan pajak tol, e-commerce dan lain-lain. Tapi gagal, akhirnya mau terapkan sunset policy dan tax amnesty,” kata dia.


Berdasarkan data yang dirilis dari Forum Pajak Berkeadilan, realisasi penerimaan pajak terbesar berada pada tahun 2008 sebesar 105,9 persen. Namun, 5 tahun berikutnya terjadi penurunan capaian 97,9 persen di 2009, 98,1 persen pada 2010, 99,3 persen pada 2011, 96,4 persen pada 2012, 92,6 persen pada 2013 dan 91,5 persen pada 2014.



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.