Pengenaan Pajak Tol karena Inflasi Sedang Rendah

JAKARTADirektorat Jenderal Pajak (DJP) mengungkapkan, pengenaan pajak pengguna tol karena saat ini inflasi sedang rendah. Meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengatakan bahwa harus ada pengkajian lebih dalam soal tarif pajak ini, namun DJP nampaknya yakin akan mengenakan pajak tol mulai 1 April 2015.



Direktur Peraturan perpajakan I Direktorat Jenderal Pajak Irawan mengatakan, jika melihat inflasi yang rendah di dua bulan pertama 2015, maka pihaknya harus memanfaatkan momentum ini.


“Kita melihat ini timing-nya pas. Sekarang harga BBM juga relatif rendah, dibarengi dengan harga minyak dunia yang yang masih belum rebound sehingga sebabkan inflasi Indonesia rendah. Sehingga kita harap pengenaan ini penngaruhnya ke inflasi enggak besar,” ujar Irawan di kantor pusat DJP, Jakarta, Kamis (5/3/2015).


Saat ini, pihak DJP bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang menghitung jumlah inflasi yang akan dituai berdasarkan kenaikan ini. “Teman-teman Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu sedang menghitung kira-kira berapa akan kena dampak diinflasinya,” ucapnya.


Menurutnya, sesuai imbauan dari presiden Jokowi sebelum nanti ditetapkan, tarif ini akan betul-betul dihitung agar pengaruh ke inflasi pada April 2015 tidak terlalu signifikan.


“Tempo hari kan ada berita Pak Presiden minta ditunda. Tapi masih kita kaji, supaya jangn ngaruh ke inflasi. Kalau hitungannya enggak tinggi, April harus dilaksanakan,” jelas Irawan.


DJP sendiri tidak bisa mengundur lebih lama soal pajak tol ini. Karena melihat beberapa kemungkinan di bulan-bulan mendatang.


“Kalau diundur lagi, kita enggak bisa bayangkan soal inflasinya, bisa saja September kita naikkan, tapi kan kita tidak tahu inflasi bulan itu rendah apa tinggi. Siapa tahu juga minyak lagi tinggi kan,” pungkasnya.


(izz)



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.