Phiruntrophy, aplikasi donasi yang tak keluarkan ‘duit’ pribadi


Merdeka.com – Melihat kondisi saat ini, ternyata masih ada kaum kelas menengah yang masih kurang peduli terhadap sisi kemanusiaan. Hal ini diakui oleh Co-Founder sekaligus Chairman CharityLights, Gigih Rezki Septianto.

Mirisnya, semakin lebarnya jurang antara kaum menengah ke bawah dan menengah ke atas, membuat Gigih beserta teman-temannya bertekad membuat aplikasi untuk berdonasi. Aplikasi ini dinamakan Phiruntrophy.

Hal menarik dari aplikasi ini, pengguna bisa memberikan donasinya pada isu-isu sosial yang menjadi minat mereka. Uang donasi pun, bukan dari kantong pribadi, melainkan dari sponsor. Jadi pengguna aplikasi ini, hanya bersifat mengarahkan uang donasinya saja yang berasal dari sponsor.

Sebelum melakukan donasi itu, ada tools yang wajib dilakukan bagi pengguna aplikasi untuk melakukan kegiatan olahraga seperti lari, bersepeda, dan lain-lain.

Jadi uangnya itu berasal dari sponsor. Pengguna aplikasi hanya mengarahkan saja uang donasi dari sponsor mau disumbang kemana. Hanya saja ada ketentuannya seperti sebagai ganti uang, ia harus melakukan kegiatan olahraga dulu misalnya lari atau bersepeda sejauh berapa kilometer, papar Gigih yang juga pemenang pertama Mandiri Young Technopreneur 2015 kepada Merdeka.com di Jakarta , kemarin, (13/03).

Saat ini, kata dia, jumlah pengunduh aplikasi besutannya, ini sudah mencapai 1500. Ini semenjak dirilis ke publik di GooglePlay Store September 2014, kini sudah mencapai 1500, ungkapnya.

Setelah mendapatkan hibah uang dari Bank Mandiri, rencananya ia dan kawan-kawannya akan mulai mengembangkan platform untuk iPhone dan akan mengembangkan lebih jauh aplikasinya agar mampu menggaet 10 ribu user di tiga bulan mendatang. Dirinya pun berani bermimpi jika kedepan, akan membuat aplikasi khusus gerakan crowdfunding untuk para pasien yang tidak mampu.

Dilihat dari sisi bisnis, Gigih meyakini model bisnis semacam ini, akan mampu bertahan nantinya sebagai perusahaan. Pasalnya, kata dia, melihat dari tren kaum kalangan menengah ke atas yang semakin tumbuh dan bukan tidak mungkin kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial akan semakin baik.

Ke depan, revenue yang akan diharapkan juga berasal dari iklan dengan segmentasi kalangan menengah ke atas.

Baca juga:



Pajak membingungkan? Temui jawabannya di media sosial!



Ridwan Kamil bikin aplikasi anti begal, 3 kali tekan, polisi datang



Terbukti populer, BBM untuk Android sukses diunduh 100 juta kali



Curang bayar pajak, PajakApp bisa mendeteksi



Yuk, bantu pembangunan masjid lewat aplikasi ‘Masjid Emerald’


[bbo]


sumber

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.