Pungut Pajak Jalan Tol 10%, Negara Dapat Rp 1,2 Triliun

Jakarta -Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan berencana menarik Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% kepada pengguna jalan tol mulai 1 April 2015. Dari pungutan ini, pemerintah menargetkan pendapatan senilai Rp 1,2 triliun pada 2015.

“PPN jalan tol ekspektasi kita dapat Rp 1,2 triliun,” ungkap Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak Irawan pada acara diskusi di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (5/3/2015).


Irawan menilai target tersebut bisa tidak tercapai jika penerapan pajak jalan tol diundur lagi. Dampaknya juga berpengaruh terhadap setoran pajak nasional.


“PPN jalan tol, misal ditunda Oktober, kita praktis hanya menerima selama 3 bulan,” ujarnya.


Pajak hasil pungutan ini, lanjut Irawan, nantinya akan dipakai membiayai proyek infrastruktur jalan. Jadi pada akhirnya akan dinikmati kembali oleh pengguna jalan tol.


“Pajak dari uang itu dikembalikan ke sektor transportasi. Jalan macet, ya bangun jalan. Uangnya dari pajak. Inline dengan pemerintah untuk bangun infrastruktur. Kita perlu dana, perlu dukungan seluruh masyarakat termasuk pengguna jalan tol,” paparnya.


Ditjen Pajak, lanjut Irawan, telah mengumpulkan perusahaan operator jalan tol. Dari hasil pertemuan tersebut, tidak ada kendala teknis untuk penyesuaian tarif pasca penerapan PPN 10%.


Ditjen Pajak hanya menunggu hasil analisa Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu tentang asumsi inflasi jika terjadi pungutan PPN mulai 1 April. Selain itu, Ditjen Pajak juga tengah menunggu turunnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang penetapan tarif baru jalan tol pasca pembelakuan PPN.


(feb/hds)



sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.