Soal Pajak, Pemerintah Paksakan Diri

JAKARTA (KRjogja.com) – Pemerintah diminta tidak terpaku pada penerimaan tahun ini yang diproyeksikan mencapai Rp1.296 triliun. Guna memenuhi target tersebut, pemerintah akan menerapkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk sepatu, tas, jam tangan hingga perhiasan.

Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono menilai pemerintah terkesan memaksakan dalam menargetkan pencapaian pajak dalam negeri. “Di satu sisi pemerintah menargetkan pajak yang tinggi, tapi melihatnya semacam ‘membabi buta’ semuanya dipajaki. Ini sangat kontra produktif,” ungkapnya di Jakarta.

Tony menjelaskan, bila pemerintah bersikap terlalu memaksa untuk mengejar target justru akan berdampak langsung kepada perekonomian, khususnya penurunan permintaan konsumsi.

“Jangan sampai pemerintah membabi buta untuk mengejar target itu. Karena semakin dipajaki maka ekonomi akan semakin lesu. Spending untuk konsumsi berkurang. Kenaikan pajak itu harus hati-hati jangan sampai kontra produktif,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, target penerimaan pajak serta bea dan cukai pemerintah tahun 2015 sebesar Rp 1.296 triliun dinilai banyak kalangan terlalu besar. Setidaknya, bila dibandingkan dengan penerimaan pajak dan bea cukai 2014 sebesar Rp1.058,3 triliun. (*)



BERITA TERKAIT


  • Duh, Pemkab Rembang Punya Tunggakkan Pajak Rp 13 M

  • Investor NPWP-nya Harus Kebumen

  • DJP Jateng II Incar Pendapatan Rp 10,1 T

  • Kantor Pajak DIY Jemput Bola Penyampaian SPT

  • Presiden Serahkan Langsung SPT Pribadi



Kedaulatan Rakyat Group

  • koran kedaulatan rakyat

  • koran minggu pagi

  • koran merapi

  • kr radio

  • majalah ultra

  • KR Indo Wisata



© 2015 Kedaulatan Rakyat Yogyakarta | Mobile Site | Download | Tentang | Redaksi
sumber

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.