2015, Shortfall Penerimaan Pajak Ditaksir Rp180 Triliun

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekonom yang juga mantan Dirjen Pajak Darmin Nasution memperkirakan penerimaan pajak tahun ini akan mengalami shortfall sebesar Rp180 triliun. Shortfall sendiri merupakan selisih antara target dan penerimaan pajak.
Darmin, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Badan Anggaran DPR RI, mengatakan mengacu pada APBNP 2015, dengan asumsi tidak memasukkan penerimaan pajak PPh migas, karena sedang rendahnya harga minyak dunia, target pertumbuhan penerimaan pajak 2015 seharusnya 38,7 persen.
"Kalau kita ambil perkiraan optimistis dan sangat optimistis, rasanya pertumbuhan penerimaan pajak tidak akan melampaui 15-20 persen. Apalagi kalau dihitung tanpa PPh migas yang harusnya 38,7 persen, sekalipun tercapai 20 persen, shortfall-nya 17,8 persen, setara Rp180 triliun," kata dia, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2015).
Darmin menjelaskan, jika Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak melakukan extra effort, maka pertumbuhan generik pajak pada tahun ini diperhitungkan hanya akan mencapai 10,5 persen. Angka tersebut dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen dan inflasi 4,4 persen.
Namun jika inflasinya 6,5 persen, maka penerimaan pajak pada tahun ini diperkirakan mencapai 12 persen, tanpa extra effort. Yang menjadi pertanyaan, lanjut Darmin, seberapa besar dampak dari extra effort yang akan dilakukan pemerintah. Di sisi lain, dia melihat pertumbuhan generik akan sedikit lebih lambat dipicu merosotnya ekonomi.
"Katakan lah bisa, seberapa besar extra effort itu dampaknya? Tapi menurut saya selain extra effort adalah hal lain yang perlu dirancang, yaitu pengamanan. Bagaimana mengelola (potensi) shortfall yang besar (tersebut), supaya ABPN tetap berjalan?" pungkas dia.
AHL
sumber


~ http://www.soalpajak.com ~

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.