Basuki Ingin Ada Sistem Baru untuk Pajak

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ingin membuat sistem pajak yang ada di Ibu Kota bisa turut diawasi oleh masyarakat. Juga tidak ada lagi para pegawai Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta yang bermain di lapangan.
Ia pun mengancam akan memecat 40 persen - 60 persen dari para pegawai Dinas Pelayanan Pajak jika terbukti melakukan penyelewengan. Sistem baru yang akan dibangunnya untuk pajak ini terintegrasi dengan smart city dan meminta masyarakat ikut mengawasinya.
"Saya mau buang 40 persen-60 persen orang pajak. Saya mau seleksi orang pajak yang main di lapangan. Saya akan bangun sistem lagi yang baru," ujarnya dalam pengarahan kepada para pegawai Dinas Pajak di Balai Agung, Kamis (30/4).
Selain itu, Basuki juga mengaku sudah berbicara dengan Bareskrim Polri untuk melakukan tindak pidana kepada mereka yang mencuri pajak. Para pegawai yang bekerja tidak sesuai, katanya, lebih baik dikeluarkan saja dari Dinas Pajak dan dipindahkan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang lain.
"Saya sudah tahu pajak wilayah mana yang bayar. Pemasukan dan pengeluaran tidak boleh dicuri. Meskipun sekarang pengeluaran relatif beres," katanya.
Sistem pajak yang ingin Basuki terapkan adalah dengan barcode yang diberikan kepada masyarakat di setiap restoran. Sistem tersebut ditawarkan oleh masyarakat sendiri kepada Pemprov DKI Jakarta.
Pasalnya selama ini masyarakat yang makan di restoran membayar pajak tetapi mereka tidak tahu pajak itu lari kemana. Dengan demikian masyarakat pun sedianya bisa mengecek sendiri.
Nantinya, masyarakat yang makan di sebuah restoran akan mendapat barcode pada struk pembayaran. Selanjutnya nomor barcode tersebut bisa discan atau dikirimkan lewat SMS atau situs. Dengan begitu masyarakat pun akan bisa mengawasi pajak yang mereka bayarkan.

sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.