Berkat Satgas, Penemuan Faktur Pajak Fiktif Naik Hingga 40%


BANTEN - Kasus pengemplangan pajak marak terjadi di Indonesia, salah satunya adalah melalui penerbitan atau penggunaan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya (fiktif).
Direktur Intelijen dan Penyidikan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Yuli Kristiyono mengungkapkan, setelah Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak membentuk Satuan Tugas (Satgas) adanya peningkatan dalam penemuan para pelaku penerbit dan pengedar faktur pajak fiktif.
"Sebelumnya melalui imbauan, hanya 20 persen. Setelah dibentuk Satgas, ada kenaikan sekira 40 persen dari angka yang kita targetkan," ungkapnya di Kantor Wilayah DJP Banten, Selasa (21/4/2015).
Dari angka tersebut, diungkapkan Yuli mengakui sebagai pihak yang menggunakan faktur pajak fiktif dan membayar.
"Kalau yang mengaku mungkin lebih banyak. Tapi yang mengaku dan bayar itu cuma 40 persenan. Untuk yang mengaku belum bayar, itu akan kita evaluasi dengan penyelidikan," imbuh dia.
Sebagai dari proses penanganan hukum, lanjutnya, sebagian besar penerbit dan pengedar faktur pajak fiktif telah dipidanakan, namun berbeda halnya dengan pengguna faktur pajak fiktif yang hanya dapat ditangani sebagian kecil. Oleh karena itu, pihaknya bersama tim penyelidik akan mengimbau untuk mendapatkan klarifikasi terkait dengan penggunaan faktur pajak fiktif tersebut.
"Sebagian besar para penerbit dan pengedar itu sudah kita pidanakan. Hanya para pengguna karena saking banyaknya, sebagian kecil kita yang bisa ditangani. Sebagian kecil gimana? Sekarang kita imbau, kita tingkatkan, bukan hanya kita imbau tapi kita panggil, kita klarifikasi didampingi penyidik, kemudian bikin pengakuan bahwa fakturnya memang fiktif," pungkasnya.
sumber


~ http://www.soalpajak.com ~

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.