Hadi Poernomo Bantah Terima Imbalan dari BCA

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi masih melakukan penyidikan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi pajak Hadi Poernomo. Mantan Dirjen Pajak tersebut diduga mengabulkan keberatan pajak Bank Central Asia (BCA) tahun 2003 sebesar Rp375 Miliar.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Piharsa Nugraha mengatakan, KPK tengah menelusuri lebih jauh dugaan timbal balik dari pihak BCA kepada Hadi yang saat itu menjabat sebagai Dirjen Pajak. Sebab, pihak BCA diduga diuntungkan dari keputusan Hadi yang menerima keberatan pajak tersebut.
"Dugaannya begitu (BCA diuntungkan)," kata Piharsa melalui pesan singkatnya, Kamis (23/4/2015).
Hadi Poernomo yang kembali diperiksa KPK hari ini, membantah adanya timbal balik dari BCA atas keberatan pajak yang dikabulkannya.
"Tidak ada itu kick back (timbal balik), tidak ada," kata Hadi sebelum diperiksa KPK.
Hadi disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana yang berisikan adanya keterlibatan pihak lain dipastikan termaktub dalam pasal tersebut.
"Kan untuk pengenaan pasal itu, pihak yang diuntungkan bisa orang lain atau korporasi," pungkas Priharsa.
LOV
sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.