Ini Saran Mantan Dirjen Pajak Agar Target Pajak Tercapai

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati target penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar Rp1.244,7 triliun. Target tersebut bertambah sekitar 30 persen dari realisasi peneriman tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar Rp900 triliun.
Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Darmin Nasution menilai, target tersebut bisa tercapai bila ada kepercayaan antara wajib pajak dengan aparat pajak. Bukan hanya sekadar persoalan sistem informasi atau metode pengumpulan pajak.
"DJP sebagai institusi besar dengan jumlah karyawan mencapai 33 ribu memerlukan militansi. Itu hanya bisa muncul kalau ada trust, ada kepercayaan aparat pajak pada pimpinannya. Begitu juga dengan wajib pajak," kata Darmin, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), bersama Badan Anggaran DPR, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2015).
Menurutnya, kepercayaan pertama harus dibangun dari tingkat yang paling atas yakni pimpinan. Jika pimpinannya memiliki kredibilitas antara sikap, perilaku dan perkataannya sejalur maka dengan sendirinya akan menular pada pegawai lainnya dan juga wajib pajak. Dengan begitu, jika kepercayaan telah dibangun, maka penerimaan pun akan mengikuti.
Dia mencontohkan ketika memimpin DJP, berulang kali melakukan mutasi dan promosi pejabat eselon 2 dan 3. Setiap kali dia memanggil calon yang ingin dimutasi atau dipromosikan, banyak SMS yang masuk dengan memberikan informasi tentang calon tersebut. Mulai dari informasi yang benar adanya, hingga yang berujung fitnah seperti 'Hati-hati pak sama orang itu, jangan percaya, dia begini begini begini'. Darmin curiga yang mengirimkan SMS merupakan orang di sekitar ruangannya.
"Hebatnya lagi, mereka tahu siapa yang masuk ke ruangan saya. Pasti yang melaporkan itu yang melihat dan dekat ruangan kan," jelas Darmin, yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini.
Darmin meneruskan, beberapa bulan kemudian dirinya melakukan mutasi dan promosi kembali, namun SMS semakin lama semakin berkurang. Informasi-informasi yang sifatnya spekulasi juga semakin minim. Artinya mulai ada kepercayaan terhadap pimpinan yang adil dan tidak salah pilih.
"Mereka mulai percaya, tidak ada perlunya memfitnah. Pada akhirnya dia mengukur dirinya sendiri," pungkasnya.
ABD
sumber


~ http://www.soalpajak.com ~

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.