Lakukan Pemerasan, 2 Pegawai Dinas Pelayanan Pajak DKI Dipecat

Jakarta - Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI memecat dua pegawainya lantaran ketahuan melakukan pemerasan terhadap wajib pajak.
Mereka tidak lagi bekerja di DPP DKI Jakarta, diberhentikan dari jabatannya, dan dipindahkan ke SKPD lain. Tetapi mereka tetap berstatus pegawai negeri sipil (PNS).
"Sudah dua orang diberhentikan. Satu sudah berhenti. Satu lagi diusulkan diberhentikan. Bulan ini sedang proses," kata Kepala DPP DKI Jakarta, Agus Bambang usai acara pengarahan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kepada para Pejabat Eselon III dan IV Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta, di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (30/4).
Kedua pegawai pajak ini diberhentikan karena ketahuan meminta pungutan liar (pungli) dan melakukan pemerasan terhadap wajib pajak.
"Dia mendatangi wajib pajak, meminta uang sekian. Lalu si wajib pajak melaporkan. Kami ada bukti dan setoran ke rekening oknum berangkutan sehingga kami usulkan untuk diberhentikan," ujarnya.
Keduanya dikeluarkan dari DPP DKI Jakarta agar tidak mengganggu kinerja pegawai lainnya, setelah sebelumnya telah melalui proses tim pengawas internal.
"Kalau jadi staf justru jadi pengacau. Orang eselon III, pungli. Cenderung memeras," katanya.
Agus menegaskan, pihaknya tidak akan berkomporomi dengan berbagai tindakan yang bakal merugikan intitusinya. "Saya tak mau kompromi untuk hal-hal yang dapat merugikan DPP," ujarnya.
Lenny Tristia Tambun/FIR
sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.