Menko Sofyan: Bea Cukai Bir Bisa Dinaikkan, Rokok Tidak

JAKARTA - Larangan penjualan bir di minimarket mengancam penerimaan produsen minuman. Di sisi lain, harga bir di pasaran Indonesia termasuk paling murah di seluruh dunia dengan pajak dan bea cukai yang rendah.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, murahnya harga bir di Indonesia karena rendahnya pajak dan bea cukai. Maka, dirinya menginginkan kenaikan bea cukai untuk bir.
"Untuk sementara ini bea cukai bir bisa dinaikkan kalau kita mau. Tapi masalahnya kalau dibandingkan dengan bea cukai untuk rokok dinaikkan, tentu akan cukup berat," ujar Sofyan, di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2015).
Sofyan menjelaskan, dalam kebijakan mungkin dapat dilakukan, namun tidak bisa dilakukan secara cepat. "Masa ini naik itu naik, kita akan lihat jangkanya," ujarnya.
Sofyan melanjutkan, sangat berat jika bea cukai rokok dinaikkan. Sebab, rokok masih ketergantungan bagi masyarakat luas.
Sekadar diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah memberlakukan aturan larangan penjualan minuman beralkohol golongan A atau berkadar lima persen di toko ritel atau minimarket dan pengecer.
Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 06/M-DAG/PER/1/2015 mengenai Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.
sumber


~ http://www.soalpajak.com ~

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.