290 Pengguna Faktur Pajak Fiktif Rugikan Negara Rp 179 Miliar

Dok. Timlo.net/Andi Penowo

Dok. Timlo.net/Andi Penowo

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah II di Solo

Solo – Dalam lima bulan terakhir, terhitung sejak  Desember 2014 hingga Mei 2015, terdapat 290 pengguna faktur pajak fiktif yang digunakan wajib pajak di kawasan Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Alhasil, negara mengalami kerugian mencapai Rp 179 miliar.

"Faktur fiktif ini maksudnya, tidak sesuai transaksi pajak yang dibayarkan dari wajib pajak kepada pihak penerima pajak," kata Direktur Intelejen dan Penyidikan Dirjen Pajak, Yuli Kristiyono, di Kantor Kanwil Pajak DJP Jateng II, Jumat (29/5) siang.

Untuk mengantisipasi kerugian negara yang lebih besar, kata Kristiyono, pihaknya telah membentuk satuan tugas (Satgas) penanganan faktur pajak fiktif. Hasilnya, sejak Juni 2014 hingga Desember akhir tahun kemarin, terdapat 499 wajib pajak dari lima Kanwil di Jakarta yang menggunakan faktur fiktif. Dengan temuan ini, negara mengalami kerugian mencapai Rp 934,21 miliar.

"Satgas penanganan faktur fiktif telah dibentuk di Jakarta. Dengan keberhasilan ini, kita akan bentuk di luar Jakarta termasuk di kawasan Jateng dan DIY," jelas Kristiyono.

Disinggung hukuman bagi penerbit faktur fiktif, Kristiyono mengaku pihaknya tidak akan segan-segan untuk memperkarakan secara hukum. Tak hanya penerbit, bagi wajib pajak yang ketahuan jelang menggunakannya maka dapat dijerat dengan hukuman pidana maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal empat kali jumlah pajak terutang yang belum dibayar.

"Untuk mengamankan penerimaan negara, pastinya kami tidak main-main. Dan juga menjalin kerjasama dengan penegak hukum, khususnya pihak Polisi," pungkas Kristiyono.


Editor : Marhaendra Wijanarko

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.