405 Kg Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

405 Kg Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan
Aparat Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menggagalkan penyelundupan kepingan sisik trenggiling sebanyak 405 kg.(ilust/ist)
TANGERANG - Aparat Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menggagalkan penyelundupan kepingan sisik trenggiling sebanyak 405 kg.

Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soetta Okto Irianto mengatakan, penyelundupan sisik trenggiling ini diungkap dari tiga kasus pada 13, 25 dan 26 Januari 2015. "Kasus pertama dan kedua, sisik tersebut hendak diekspor ke Hong Kong. Pengirim sendiri beralamat di Cibinong dan Cengkareng. Sedangkan kasus ketiga adalah impor dari Kamerun ke Jakarta," kata Okto Irianto kepada wartawan, Selasa (26/5/2015).

Menurut Okto, ratusan kilogram sisik tersebut dikemas dalam karung plastik. Modus pelaku melakukan penyelundupan adalah dengan memalsukan keterangan barang. "Jadi ini diberitahukan sebagai kuda laut kering, plastik dan bahan makanan," kata Okto.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta Awen Supranata mengatakan, sisik trenggiling memang maih banyak diminati terutama di Hong Kong. Meski trenggiling merupakan hewan yang dilindungi di Indonesia, namun masih banyak yang nekat menyelundupkannya karena harganya mahal.

"Harganya USD400 atau sekitar Rp5,2 juta per kilogram. Sisik ini dipastikan dari hasil tangkapan liar yang dikuliti. Baik sisik dan dagingnya laku dijual, makanya banyak yang tergiur," katanya.

Menurut Awen, manfaat sisik trenggiling selain sebagai obat penambah stamina, juga bisa digunakan sebagai bahan baku sabu-sabu karena mengandung zat aktif Tarmadol HCI. "Pelaku biaa dicurigai akan membuat narkotika," paparnnya.

(whb)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.