Ahok Ingin Pajaki Pria Penikmat Jasa Seks Artis


VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin membebankan pajak kepada pria-pria hidung belang pengguna jasa prostitusi.
"Kalau dia bisa pakai cewek selama 3 jam kemudian bayar Rp80 juta sampai Rp200 juta, kan berarti penghasilannya lumayan tuh," ujar Ahok, Selasa, 12 Mei 2015.
Ahok mengatakan, meski dirinya sangat ingin membebankan pajak. Namun, secara keseluruhan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum akan melakukan tindakan apapun terkait maraknya temuan praktik prostitusi itu.
"Itu sekarang lagi jadi urusan polisi," ujar Ahok.
Menurut Ahok, seharusnya pemerintah pusat yang mengambil kesempatan memungut pajak dari pria hidung belang itu.
Ahok menuturkan, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak sebenarnya bisa menarik keuntungan dari maraknya temuan praktik prostitusi belakangan dengan cara menarik Pajak Penghasilan (PPh) dari para pengguna jasa prostitusi.
Ahok mengatakan, selama ini penerimaan pajak pemerintah dari sektor pajak penghasilan masih sangat minim.
"Itu cara yang dipakai oleh Pemerintah Swedia. Di sana ada list-nya laki-laki yang suka pakai jasa PSK. Mereka bisa ditarikin pajak. Bagi saya dari praktik prostitusi itu yang penting kalau memungkinkan pajaknya dipunguti," ujar Ahok.
Simak ulasan lengkapnya di Prostitusi Artis Menjerat Pejabat
VIVA.co.id -
sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.