Dirjen Pajak Tegaskan Tax Amnesty Masih Wacana

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sigit Priadi Pramudito menegaskan, rencana pelaksanaan tax amnesty baru terbatas sebagai wacana yang masih pada tahap awal. Sampai saat ini, pembahasan masih terus dilakukan.

"Pelaksanaanya menunggu keputusan seluruh aparat penegak hukum dan rakyat Indonesia melalui undang-undang," ujarnya, di Kantor Kemenkeu, Jalan Dr Wahidin Raya Nomor 1, Jakarta Pusat.

Sigit mengaku, saat ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tengah mengumpulkan masukan dari berbagai pihak, termasuk dari institusi penegak hukum terkait pengembangan tax amnesty menjadi special amnesty yang apabila mendapat dukungan luas akan diusulkan ke DPR untuk dikaji lebih lanjut.

"Pekan depan kita akan bertemu dengan pengusaha. Kemudian dua pekan lagi ketemu akademisi. Kami diskusi bukan hanya pajak saja, tapi juga rekonsiliasi nasional," jelas dia.

Pemikiran pelakasanaan tax amnesty dilatarbelakangi oleh banyaknya warga negara Indonesia yang menyimpan hartanya di luar negeri, yang sumber penghasilannya belum dikenakan pajak. Selain mendorong repatriasi dana ke Indonesia yang akan bermanfaat untuk menggerakan perekonomian Indonesia, Sigit menambahkan tax amnesty juga bertujuan meningkatkan basis perpajakan.

Dalam wacana ini, pihak yang melakukan repatriasi dana ke Indonesia hanya diwajibkan membayar uang tebusan dalam jumlah tertentu berkisar antara 10 persen sampai dengan 15 persen dari aset bersih yang dilaporkan.
ABD

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.