Ini Hitungan Bila Tol Kena Pajak 10% dan Ada Kenaikan Tarif

Jakarta -Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% untuk para pengguna jalan tol.

Dari catatan detikFinance yang dikeluarkan oleh Ditjen Pajak, PPN tol mulai berlaku pada 26 Agustus 2015 untuk ruas Surabaya-Mojokerto seksi 1 kemudian disusul oleh ruas tol Bali Mandara (tol atas laut) pada 18 September 2015, dan seterusnya.

Rencananya, penarikan PPN yang besarannya 10% akan berbarengan dengan kenaikan tarif jalan tol. Pihak PT Jasa Marga selaku operator tol mencoba menghitung asumsi kenaikan ruas tol yang berbarengan dengan berlakunya PPN 10%.

Corporate Secretary PT Jasa Marga Tbk (JSMR) David Wijaya menjelaskan pihaknya sebagai operator jalan tol memiliki asumsi awal untuk perhitungan pengenaan PPN hingga penyesuaian tarif. Namun hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintah.

David mengambil contoh ruas Tol Bali Mandara, untuk tarif lama jenis mobil dan bus Rp 10.000 untuk sekali melintas. Dengan adanya kebijakan PPN dan kenaikan tarif, maka tarif tol akan naik terlebih dahulu, setelah itu ditambah perhitungan PPN.

Misalnya, asumsi kenaikan tarif 10% maka tarif baru, di luar PPN, ialah Rp 11.000, yang berasal dari Rp 10.000 ditambah Rp 1.000.

"Dinaikkan tarifnya dahulu misalnya inflasi misal 10% jadi asumsi kasar tarif baru Rp 11.000. Kemudian ditambah PPN 10%, jadi Rp 12.100," kata David kepada detikFinance, Minggu (24/5/2015).Next

Halaman12
(feb/hen)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.