Janjikan Bujuk Menkeu Tunda Pemberlakuan PMK tentang PPh Hunian Mewah-JPNN.com

JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR yang membidangi keuangan dan perpajakan, Maruarar Sirait berupaya membujuk Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro agar menunda pemberlakuan pungutan pajak penghasilan (PPh) dari pembeli barang mewah yang harganya di atas Rp 5 miliar. Hal itu sebagai respon atas keberatan para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) atas ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 90/PMK.03/2015 Wajib Pajak Badan Tertentu sebagai Pemungut Pajak Penghasilan (PPh) dari Pembeli atas Penjualan Barang yang Tergolong Sangat Mewah

PMK yang efektif berlaku mulai 30 April 2015 itu merevisi ketentuan sebelumnya yang tertuang dalam PMK 253/PMK.03/2008. Dalam aturan baru itu, batas PPh dari penjualan hunian mewah diturunkan dari Rp 10 miliar menjadi Rp 5 miliar.

Berbicara saat menerima rombongan REI di Komisi XI DPR, Senin (25/5), Maruarar mengaku sudah berkomunikasi dengan Menkeu Bambang Brodjonegoro soal banyaknya keluhan atas PMK 90/2015 itu. Menurutnya, Menkeu sebenarnya siap menunda pemberlakukan PMK itu adalkan ada data valid dari pihak pengembang tentang transaksi sewa maupun penjualan hunian mewah. "Menkeu bersedia menunda selama pengembang memberi data akurat," katanya.

Politikus muda PDIP yang akrab disapa dengan panggilan Ara itu menambahkan, melihat kondisi perekonomian saat ini memag perlu adanya pelonggaran dalam kebijakan pemerintah termasuk soal pajak. "Pengusaha dengan kondisi sekarang harus ada relaksasi," katanya.

Maruarar Sirait. Foto: dokumen JPNN

Namun, Ara juga mengingatkan bahwa pemerintah memang tengah berupaya menggenjot penerimaan dari sektor pajak. "Di sisi lain pemerintah harus dibantu," pintanya.

Sedangkan Ketua Umum REI, Eddy Hussy dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya memang telah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan. Namun, katanya, para pengembang tetap harus melihat kondisi yang ada. "Kita sebagai pengusaha, kita jalankan dulu dan kita lihat perkembangannya," katanya.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.