Kanwil DJP Jawa Tengah I Berkomitmen Melakukan Penegakan Hukum Pajak

Presiden Republik Indonesia telah mencanangkan tahun 2015 sebagai Tahun Pembinaan Wajib Pajak. Ada 3 hal yang akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yaitu optimalisasi pemanfaatan data berbasis teknologi informasi, pemberian kesempatan sebesar-besarnya kepada Wajib Pajak untuk melakukan pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) dengan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi, dan penegakan hukum terhadap penunggak pajak.

Sebagai perwujudan kegiatan penegakan hukum (law enforcement) terhadap Wajib Pajak yang tidak atau belum memenuhi kewajiban perpajakannya, Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Tengah I mencanangkan kegiatan Hari Penyitaan Aset Penanggung Pajak (Harta-P2) Tahun 2015, yaitu kegiatan sita terhadap aset Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang dilakukan secara serentak oleh seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Kanwil DJP Jawa Tengah I.

Kegiatan Harta-P2 diawali dengan acara seremonial pelepasan para Juru Sita Pajak Negara (JSPN) oleh Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I, Dasto Ledyanto di aula Gedung Keuangan Negara (GKN) Semarang II pada Selasa, 28 April 2015 dengan dihadiri oleh Kepala KPP, Kepala Seksi Penagihan, dan JSPN dari seluruh KPP di wilayah Kota Semarang dan KPP Pratama Demak, serta pihak kepolisian dari Polrestabes Semarang.

Dasto mengatakan, target sita pada tahun 2015 meningkat dibandingkan tahun 2014. “Tahun 2014 kami menargetkan penyitaan aset WP sebesar Rp 300 miliar, tahun ini naik rnenjadi Rp 379 miliar,” ungkapnya. Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelijen dan Penyidikan (PPIP) Kanwil DJP Jawa Tengah I, Rafael Alun Trisambodo dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan sita serentak tahun 2015 ini dilakukan terhadap 33 Wajib Pajak dengan aset sita senilai Rp. 9,8 milyar.

“Kegiatan penyitaan aset dilakukan setelah berbagai upaya penagihan secara persuasif tidak membuahkan hasil. Tindakan penagihan aktif tidak hanya sampai dengan dilakukannya penyitaan, karena apabila Wajib Pajak masih tidak melunasi utang pajaknya, maka akan dilanjutkan dengan tindakan memblokir rekening, pencegahan, hingga penyanderaan WP/Penanggung Pajak”, papar Alun.

Kegiatan sita bersama yang rutin digelar sejak tahun 2013 ini telah memberikan konstribusi yang cukup signifikan dalam pencairan tunggakan pajak di Kanwil DJP Jawa Tengah I. Hal ini dapat dilihat dari realisasi pencairan piutang PPh dan PPN tahun 2014 sebesar Rp 214.874.177.633, mengalami peningkatan sebesar 26% dibandingkan dengan realisasi pencairan tahun 2013 sebesar 171.199.398.024.

Dengan dilakukannya sita serentak sebagai kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun akan membuka mata WP/ Penunggak Pajak bahwa Kanwil DJP Jawa Tengah I berkomitmen tinggi terhadap pelaksanaan penegakan hukum di bidang perpajakan.

Kegiatan ini diharapkan akan menimbulkan detterent effect bagi WP/Penanggung Pajak di masa yang akan datang, sehingga negara dapat memperoleh haknya sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.