Kanwil DJP Jawa Tengah II Sosialisasikan e-Faktur dan Workshop SPT Badan bersama Asmindo, PPGI, dan HILLSI

Seperti kita ketahui industri permebelan, percetakan, dan pelatihan kerja merupakan beberapa sektor usaha yang mendukung pendapatan daerah kota Surakarta. Meskipun tidak sebesar sektor perdagangan yang menyumbang 30% dari total pendapatan kota Surakarta, namun sektor tersebut perlahan namun pasti pada akhir-akhir ini mulai berkembang.

Menangkap fenomena tersebut Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II melalui KADIN Surakarta berinisiatif mengundang asosiasi yang bergerak di bidang permebelan (Asmindo), Perusahaan Grafika (PPGI), dan Pelatihan Kerja (HILLSI) untuk melaksanakan penyuluhan pajak.

Akhirnya pada hari Selasa 14 April 2015 yang lalu, bertempat di aula KADIN Surakarta, Kanwil DJP Jawa Tengah II bekerjasama dengan KPP Pratama Surakarta melaksanakan kegiatan Sosialisasi Faktur Pajak Elektronik (e-Faktur) dan Workshop SPT Tahunan Badan.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.30 ditandai dengan sambutan oleh Kasi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Surakarta, Suratman. Dalam sambutannya, Suratman mengucapkan terimakasih atas perhatian asosiasi permebelan, perusahaan grafika, dan pelatihan kerja di wilayah Kota Surakarta yang bersedia hadir dalam kegiatan ini.

Menurut Suratman, kemajuan jaman menuntut setiap anggota asosiasi untuk memahami dan menaati peraturan dari pemerintah salah satunya adalah yang berkaitan dengan peraturan perpajakan. Seperti kita ketahui saat ini pendapatan pajak menjadi tulang punggung bagi pembangunan.

Sedangkan pendapatan dari sumber lain sampai dengan saat ini belum bisa menggantikan peran strategis dari pendapatan yang berasal dari sektor pajak. Sehingga sebagai warga negara yang baik, diharapkan para pengusaha dapat turut berpartisipasi melalui kewajibannya membayar pajak. Hadir sebagai narasumber pada sosialisasi tersebut AR KPP Pratama Surakarta AR Surakarta yaitu Sigit Ihwan Prasetyo dan Wahyudianto.

Pada kesempatan itu Sigit, panggilan Sigit Ihwan Prasetyo, membimbing wajib pajak melaksanakan simulasi pengisian SPT tahunan. Setiap peserta dipandu untuk memahami lembar demi lembar halaman SPT Tahunan. Selain itu peserta diajak berdiskusi mengenai pelaksanaan kewajiban perpajakan dan kendala dilapangan yang dihadapi.

Sedangkan pada sesi kedua Wahyu, panggilan Wahyudianto, menyampaikan materi mengenai tata cara pembuatan faktur pajak menggunakan aplikasi e-Faktur. Sesi tersebut dimanfaatkan wahyu untuk membimbing wajib pajak untuk berlatih membuat faktur elektronik (e-Faktur).

Karena pada bulan Juli nanti wajib pajak sudah diwajibkan membuat faktur pajak secara elektronik, sehingga perlu disosialisasikan secara terus-menerus pada bulan juli pada saat pemberlakuan kewajiban faktur pajak bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) dapat berjalan lancar.

Pada sosialisasi tersebut peserta tampak antusias pada saat sesi diskusi dimulai. Banyak peserta berdiskusi mulai dari maksud dan tujuan pengisian SPT, Formulir SPT yang rumit, hingga mengenai SKB. Para peserta pun tak ragu untuk mengungkapkan permasalahan masing-masing perusahaan dan kendala yang dihadapinya dalam pelaporan pajak.

Kegiatan ditutup pada pukul 12.00 ditandai dengan azan Dzuhur. Sebelum menutup acara Kasi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Surakarta, Sutarman, berpesan semoga dengan kegiatan semacam ini kesadaran masyarakat khususnya wajib pajak dapat meningkat, kesadaran tersebut dibuktikan lewat partisipasinya dalam membayar pajak.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang P2humas, Basuki Rakhmad kembali berpesan kepada petugas penyuluh untuk menyampaikan bahwa pajak merupakan persoalan yang serius pada saat ini. Begitu besarnya peran pajak terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mengharuskan petugas pajak untuk terus-menerus tak kenal lelah menyampaikan kepada Wajib Pajak mengenai hak, kewajiban, dan manfaat pajak (hakekat) baik secara langsung, maupun tidak langsung.

Menyampaikan kepada masyarakat mengenai fasilitas-fasilitas yang telah dinikmatinya merupakan hasil dari pajak yang telah mereka dibayarkan, dan melalui sosialisasi berupaya mendukung penerimaan sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai. Basuki, panggilan akrab Basuki Rakhmad, mengatakan masalah pajak merupakan masalah bangsa yang harus segera dipecahkan secara bersama-sama.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.