Kanwil DJP Papua dan Maluku Gelar Penilaian PBB dari Puncak Grassberg

Kita sudah sering mendengar Puncak Cartenz, yang terletak di Pegunungan Tengah Papua, Pegunungan Jayawijaya. Puncak Cartenz yang dikenal dengan nama “Cartenz Pyramid” atau juga “Puncak Jaya” berada di ketinggian 4.884 meter DPL (data lain menyebut 5.030 meter DPL), terkenal dengan “Salju Abadi”nya memang diselimuti oleh salju dan merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Dunia.

Namun demikian masih banyak puncak lainnya, diantaranya Puncak Grasberg yang masih sederetan di Pegunungan Jayawijaya. Perbedaannya adalah, jika Puncak Cartenz masih alami, sedangkan Puncak Grasberg merupakan Areal Tambang Terbuka (Open Pit) di wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, masuk wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Timika.

Puncak Grasberg dahulu awalnya adalah sebagaimana Puncak Cartenz, sebuah gunung yang tandus dengan permukaan bebatuan yang keras sebagian tertutupi rumput tipis, dengan ketinggian yang hampir sama. Meski tandus, ternyata Gunung Grasberg memiliki jutaan ton kandungan mineral yang berharga, baik emas, tembaga maupun perak sehingga menarik Perusahaan Tambang Dunia “Freeport MacMoran Company” untuk mengelolanya.

Posisi Puncak Grasberg tidak terlalu jauh dari Puncak Cartenz, jika cuaca cerah tidak tertutup awan, dari Puncak Grasberg kita bisa melihat Puncak Cartenz diselimuti salju abadi. Saat ini setelah menjadi Tambang Terbuka (Open Pit) PT Freeport Indonesia yang digerus puncaknya diambil bebatuan mineralnya sehingga menjadi seperti kawah gunung dengan bentang kawah tepi atas gunung memiliki diameter sekitar 2 kilometer dan kedalaman (mengerucut ke bawah) sedalam kurang lebih 1 kilometer.

Ketinggian Grasberg Open Pit saat ini kurang lebih 4.285 meter DPL. Pada awal Bulan April 2015 kemarin selama 4 hari, tepatnya dari tanggal 7-10 April 2015 Tim Penilai gabungan Pejabat Fungsional Penilai PBB dan Petugas Pendata dari KPP Pratama Timika dan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Papua dan Maluku sebanyak 6 (enam) orang melaksanakan Tugas Penilaian Individual Objek PBB, dengan misi menggenjot penerimaan PBB Pertambangan untuk tahun pajak 2015, khususnya KPP Pratama Timika, dan tentunya akan berimbas (memberikan kontribusi besar) bagi penerimaan Kanwil DJP Papua dan Maluku.

Kegiatan pemeriksaan/peninjauan lapangan dimulai dari areal pelabuhan (portside) di titik Mile 0 (nol kilometer) di hari pertama, kemudian dilanjutkan pada hari ke-2 sampai dengan hari ke-4 naik ke dataran tinggi. Di dataran tinggi (highland) peninjauan mulai dari Kota Tembaga Pura yang merupakan areal pemukiman karyawan yang bekerja di dataran tinggi (highland).

Kota Tembaga Pura berlokasi di Mile 68 (sekitar 110 km dari pelabuhan atau sekitar 65 km dari Kota Timika) memiliki ketinggian sekitar 2.300 meter DPL terletak di Mile 68 (dikelilingi bukit pegunungan merupakan kawasan pemukiman terpadu dengan fasilitas penunjang yang sangat lengkap (rumah tinggal, hunian/mess karyawan dengan berbagai tipe bahkan ada yang seperti Apartemen, kemudian fasilitas olah raga, perbelanjaan, kesehatan dan juga perbankan).

Di lokasi ini diidentifikasi bangunan-bangunan baru dan yang mengalami renovasi. Peninjauan berlanjut di areal kawasan kerja yaitu di Mile 72 dan Mile 74 (kawasan pabrik, gudang, workshop dan ada juga beberapa mess karyawan). Di kawasan dengan ketinggian sekitar 2.500 s.d. 3.000 meter DPL ini nampak pemandangan truk-truk raksasa dengan ukuran ban setinggi 4 meter sedang lalu lalang, termasuk alat-alat berat berukuran besar lainnya.

Di kawasan ini bangunan-bangunan baru semuanya diidentifikasi, diantaranya terdapat Stasiun Bis (Ridge Camp Bus Operation) yang terintegrasi dengan lokasi Mess/Hunian Karyawan (Ridge Camp di Mile 72), serta ditemukan penambahan bangunan/badan jalan yang cukup signifikan.

Pada hari terakhir, tim berkesampatan meninjau Puncak Grasberg, dimana untuk menuju kesana, harus naik Gondola (Kereta Gantung) dari stasiun pemberangkatan di Mile 74 di ketinggian 2.836 meter DPL sampai ke stasiun pemberhentian di ketinggian 3.574 meter DPL (Puncak Ertsberg, tambang terbuka pertama ).

Perjalanan dilanjutkan dengan naik bis mengitari kawasan tambang terbuka (Areal Mine Site) sampai ke Puncak Grasberg (tepi atas tambang terbuka Grasberg). Puncak Grasberg di ketinggian 4.285 meter DPL kerap diselimuti awan dengan udara yang sangat dingin menusuk tulang dan kadar atmosfir yang rendah. Pada saat itu tim tidak bisa melihat pemandangan salju abadi Puncak Cartenz karena cuaca berawan.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.