Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara Selenggarakan Kelas Pajak bagi ALFI Sulawesi Selatan

Selasa, 28 April 2015, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara menyelenggarakan kelas pajak bersama Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang mempertemukan DJP dengan wajib pajak, utamanya wajib pajak yang tergabung dalam asosiasi tertentu. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lantai 5 Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara, Komplek Gedung Keuangan Negara Makassar yang dikemas dalam bentuk kelas pajak, dimana materinya lebih berfokus pada pengenalan Peraturan Pemerintah No. PP 46 tahun 2013 yang notabene belum banyak diketahui oleh wajib pajak.

Sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara, Hamdi Aniza Pertama. Dalam sambutannya, Hamdi menyampaikan bahwa target penerimaan pajak tahun 2015 telah ditentukan, dan besarannya lebih tinggi 44% daripada tahun lalu.

Menurutnya, dengan meningkatnya target saat ini diketahui bahwa pemerintahan Jokowi dan Yusuf Kalla menginginkan pembangunan nasional yang lebih cepat dan lebih baik di tahun ini. Diharapkan dengan target penerimaan tahun ini kita bisa memenuhinya dengan baik.

Bekerja sama dengan ALFI, diharapkan dengan pertemuan kali ini bisa diambil manfaatnya sehingga ALFI bisa terus melanjutkan kegiatan usaha dengan baik, terus melakukan perkembangan dengan baik, dan kewajiban bisa dilaksanakan dengan baik juga. Ketua ALFI, Saifuddin juga turut memberikan sambutan.

Ia menyampaikan harapan semoga melalui sosialisasi ini, bagi ALFI dapat menerima dengan baik peraturan yang ada, menambah wawasan dari bidang perpajakan yang kemudian diharapkan dapat memberikan kontribusi dengan baik dalam bidang perpajakan, sehingga pembangunan dapat tercapai dan hasilnya akan dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung bagi ALFI.

Sosialisasi dibawakan oleh pegawai dari KPP Pratama Makassar Utara. Materi sosialisasi lebih banyak berfokus pada PPh dan PPN, dan tentu saja pengenalan PP 46 Tahun 2013. Sejumlah pertanyaan terkait kasus yang sering wajib pajak hadapi di lapangan. Terutama aturan penetapan tarif pajak.

Salah satu komentar peserta juga terkait keberadaan “uang titipan” untuk disampaikan kepada perusahaan lain. Dalam kegiatan usaha ALFI diketahui bahwa sebenarnya pembayaran disampaikan kepada ALFI yang di dalamnya sudah termasuk uang yang dibayarkan terhadap pihak lain.

Di dalam invoice yang ditagihkan kepada customer adalah jumlah total yang ditagihkan dan sudah termasuk biaya jasa yang dilakukan ALFI. Peserta rupanya masih banyak yang belum mengetahui fasilitas yang disediakan berdasarkan PMK No. 38/PMK.011/2013 dan PP 46 Tahun 2013.

Sehingga, ketika pembicara menyampaikannya, para peserta nampak sangat antusias. Banyak yang akhirnya tertarik, dan bertanya bagaimana jika ingin memanfaatkannya. Rapat ditutup dengan kesimpulan moderator yang menyampaikan bahwa filosofi penghasilan yang sebenarnya dari ALFI adalah nilai jasa setelah dikurangi uang titipan kepada Pelindo.

Diharapkan kepada perusahaan untuk membuat pembukuan khusus atas uang titipan yang dilakukan, sehingga apabila Kantor Pajak melakukan pemeriksaan, Wajib Pajak dapat menjelaskan bahwa dari nilai tagihan termasuk nilai uang titipan.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.