Maruarar: "Tax Amnesty" Adalah Bagian dari Rekonsiliasi Bangsa

Jakarta - Wacana tax amnesty dinilai sebagai titik rekonsiliasi bangsa, dimana seluruh warga masyarakat berada pada titik untuk bersama-sama meninggalkan apa yang terjadi di masa lalu, dan komit membangun perekonomian bangsa.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi XI DPR RI, Maruarar Sirait, menanggapi desakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dalam rapat dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Senin (25/5).

Di dalam rapat itu, Hipmi mendesak Pemerintah dan DPR segera merealisasikan pembahasan tax amnesty, melalui RUU Ketentuan Umum Perpajakan.

Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar, wacana tax amnesty bukan berarti bahwa warga negara yang memperolehnya sama sekali tak mendapatkan denda atau pinalti atas kealpaan selama ini. Penalti tersebut berlaku demi memberikan rasa keadilan bagi yang membayar pajak selama ini.

"Yang kedua juga harus ada kepastian hukum, apakah hukum pidana umum dan pidana pajak, dan sebagainya," kata Ara.

Bagi Ara, tax amnesty akan sangat membantu negara lepas dari beban penerimaan pajak yang targetnya belum terpenuhi selama kuartal I 2015.

Sehingga tax amnesty adalah terobosan bertujuan menarik kembali uang milik rakyat Indonesia yang selama ini beredar di luar negeri, dan masuk ke sistem keuangan nasional.

"Sehingga devisa kita meningkat, nanti BI rate juga tentu akan bisa turun. Dan bunga kredit bagi para pengusaha Indonesia akan juga turun. Bunga kredit Indonesia kan tinggi. Tentunya ini akan membuat back side dari pengusaha kita akan makin meningkat," jelas dia.

Ke depan, kebijakan tax amnesty sebaiknya dipadukan dengan berbagai kebijakan yang efek jangka panjangnya bisa membuat Indonesia mampu bersaing secara utuh dalam kompetisi perekonomian global.

"Nah ini yang harus kita lakukan dalam sebuah rekonsiliasi nasional, salah satunya tax amnesty. Kalau kita cari kesalahan masa lalu, kita juga harus berani mencari masa depan," ujarnya.

"Kalau mungkin, bisa dibenarkan dan diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan yang mungkin selama ini tidak taat bayar pajak harus dihukum seberat-beratnya. Tapi harus ada titik rekonsiliasi bangsa ini."

Dia lalu mengingatkan bahwa banyak negara asing yang tidak akan suka dengan kebijakan tax amnesty di Indonesia. Sebab selama ini mereka mendapatkan dana murah dari hasil simpanan warga Indonesia.

"Mereka tidak senang karena uangnya akan kembali ke Indonesia. Sebuah kebijakan ada plus minusnya. Tapi saya yakin kebijakan tax amnesty ini lebuh banyak plusnya," tandasnya.

Markus Junianto Sihaloho/FQ

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.