Obyek Pajak Sering Berpindah Tangan, Penagihan PBB Sukar

KARANGANYAR (KRjogja.com) - Seringnya perpindahan pemilik obyek pajak merupakan salah satu faktor penghambat kelancaran penagihan pajak bumi dan bangunan (PBB). Kendala ini seringkali dihadapi petugas pemungut pajak, seperti di wilayah Kecamatan Kebakkramat.
"Sampai pekan ini, penagihan PBB baru tercapai 19 persen. Sedangkan target penagihan PBB yang dibebankan di Kebakkramat pada 2015 Rp 2,673 miliar," kata Camat Kebakkramat, Murdatmo kepada KR, Kamis (7/5).
Dirinya mengatakan penagihan PBB seharusnya bisa lebih ditingkatkan, apalagi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) telah terdistribusi ke wajib pajak sejak awal tahun ini. Namun berdasarkan laporan petugas pemungut pajak, banyak wajib pajak di wilayah Kabupaten Karanganyar sisi barat ini tidak menetap di area obyek pajak.
Pertumbuhan kawasan industri, pertanian dan hunian di Kebakkramat mendorong pesatnya transaksi jual beli properti. Dalam hal ini, subyek pajak biasanya orang atau pihak asal luar daerah.
"Tiap kali pengumpulan petugas penarik pajak kecamatan, mereka mengaku kesulitan mencari keberadaan pemilik tanah. Sekitar 20 persen obyek pajak di Kebakkramat bukan penduduk lokal," lanjut Murdatmo.
Berdasarkan pemetaan, sekitar 60 sampai 70 persen subyek pajak dari kalangan pengusaha yang memiliki bisnis di sejumlah lokasi strategis.
Sekretaris Kecamatan Kebakkramat, Bakdo Harsono menambahkan, kalangan pengusaha relatif lancar melunasi PBB. Hanya saja pembayarannya bertepatan momentum jatuh tempo pada bulan September. (*-10)

sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.