Pansel Dirjen Bea dan Cukai Diminta Transparan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati meminta panitia seleksi (pansel) terbuka dalam menyeleksi calon direktur jenderal Bea dan Cukai.

"Kalau pemerintah komitmen untuk melakukan perbaikan birokrasi atau sistem pemerintahan di Bea dan Cukai, tentu harus dimulai dari transparanis yang dibangun panselnya," kata Enny, dalam keterangan pers-nya, Sabtu (30/5/2015).

Pansel Dirjen Bea dan Cukai dilakukan melalui seleksi lelang jabatan. Namun, proses lelang jabatan ini diduga tak transparan. Ditambah, kandidat yang terpilih pun baru belakangan ini bisa diakses oleh publik.

"Harus transparan agar sesuai dengan program yang dihadapi Bea dan Cukai ke depan. Saat ini informasi malah belum banyak diterima publik. Padahal, kita butuh dirjen yang bisa membenahi Bea dan Cukai," ujar Enny.

Ia berharap kredibilitas pansel dipertahankan dengan membangun transparansi dalam memilih calon Dirjen Bea dan Cukai. "Sebab, pansel itu mewakili negara," ujarnya.

Anggota Komisi XI DPR RI, Misbakhun menyarankan agar pansel menyeleksi calon Dirjen Bea dan Cukai melalui aturan yang telah ada. "Koridornya adalah aturan. Selebihnya, proses seleksi yang obyektif yang akan menentukan. Jadi, ikuti sesuai aturan di Aparatur Sipil Negara saja," katanya.

Dua nama di kalangan TNI/Polri mencuat dalam seleksi Dirjen Bea dan Cukai. Pertama, Mayjen TNI Meris Wiryadi. Satu nama lain adalah yaitu Syafri Adnan Baharuddin. Ia merupakan Analis Kebijakan Utama Bidang Keamanan, Staf Ahli Kapolri.

Kedua nama itu diumumkan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, selaku ketua panitia seleksi, melalui laman kementerian.

Di luar dua nama itu, ada sembilan kandidat, antara lain Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta, sebelumnya menjabat Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai DJBC; Hendra Prasmono (Kepala kanwil DJBC Maluku, Papua dan Papua Barat); Heru Pambudi (Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai DJBC); dan Iyan Rubiyanto (Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara).

Selain itu, Kushari Suprianto (Sekretaris DJBC); Marisi Zainuddin Sihotang (Kepala Kantor DJBC Jawa Barat); Muhammad Sigit (Direktur Audit DJBC); Rahmat Subagio (Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I); dan Susiwijono Mugiharso (Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi).
ABD

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.