Perusahaan BUMN Reasuransi Disuntik Rp2,5 Triliun Tahun Ini

JAKARTA - Guna menjaga agar perusahaan reasuransi Indonesia tetap memonopoli pasar di Indonesia, maka Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membuat perusahaan reasuransi pelat merah pertama di Indonesia yaitu PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re).

Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Frans Y Sahusilawane menjelaskan, keberadaan Indonesia Re merupakan transformasi untuk mensinergikan perusahaan asuransi. Menurutnya, banyak keuntungan yang didapat dengan adanya perusahaan ini, seperti peningkatan pajak.

"Banyak perusahaan-perusahaan besar Indonesia membayar reasuransi malah ke luar negeri, jadi BUMN buat Indonesia Re, supaya pembayaran reasuransi ke Indonesia enggak ke luar negeri lagi. Jadi untuk apa melakukan pembayaran reasuransi keluar negeri, jika kita sudah punya reasuransi lokal," tuturnya dalam pertemuan BUMN Marketers Club Ke-37, Gedung Permata Kuningan, Rabu (27/5/2015).

Frans mengatakan, untuk pembentukan Indonesia Re, maka Kementerian BUMN telah menganggarkan dana sebesar Rp2,5 triliun tahun ini. Namun, pembentukan Indonesia Re, masih menunggu proses harmonisasi yang dilakukan tujuh Lembaga Pemerintah, seperti BUMN, Kemenkeu, OJK, dan lainnya, untuk mendapatkan PP yang bisa ditandatangani oleh Presiden.

Menurut Frans, proses pembentukan Indonesia Re telah mencapai 80 persen dari segi operasional. Dengan demikian, ketika Peraturan PP itu selesai, diharapkan semua prosesnya sudah 100 persen.

"Harmonisasi merupakan prosedur awalnya, jadi ketika PP sudah selesai, baru segera kita lakukan RUPS, sebelum mulai beroperasi," jelas dia.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.