Seleksi Dirjen Bea Cukai Dinilai Kredibel

indopos.co.id – Guru Besar Administrasi Universitas Indonesia Prof. Martani Huseini menilai, proses seleksi jabatan dirjen bea cukai sudah mengikuti UU mengenai Aparatur Sipil Negara (UU ASN), sehingga transparan dan kredibel. Untuk itu, dia meminta semua pihak mempercayakan proses seleksi kepada tim panitia seleksi.

"Sesuai UU ASN, tim pansel harus beranggotakan 51 persen lebih orang luar. Kita harus percaya pada pansel yang sudah dianggap 51 persen orang luar. Sekarang ini tidak bisa lagi ada yang main-main. Pressure terhadap pansel tinggi sekali, dan tidak gampang. Secara sistem sudah dilaksanakan secara baik," kata Martani ketika dihubungi wartawan, Jumat (29/5).

Martani mengatakan, proses seleksi jabatan dirjen pajak pada akhirnya akan melibatkan Komisi ASN, yang diketuai oleh Prof Sofyan Effendi, kemudian Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjakat), hingga akhirnya Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai Presiden. "ASN setahu saya profesional semua," tegas dia.

Dia menambahkan, guna mengetahui jejak rekam seorang kandidat, keterlibatan BIN, PPATK, KPK, BPKP, sudah menjadi keharusan dan menjadi salah satu metode tracking. Ketua Pansel Mardiasmo mengatakan, para calon telah mengikuti beberapa tahapan, mulai dari rekrutmen secara terbuka, cek kesehatan, pembuatan makalah, penelusuran jejak rekam ke berbagai institusi seperti BIN, PPATK, KPK, dan publik, tahapan wawancara.

Seluruh proses tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan di umum kan melalui laman pansel dan Kementerian Keuangan. Mardiasmo mengatakan telah menguji para peserta untuk mengetahui kemampuan dan pribadi masing-masing. Sebab, kondisi di Ditjen Bea Cukai mengharuskan jabatan Dirjen diisi oleh figur yang mampu, bersih, memiliki leadership, daya dobrak dan terobosan serta keberanian melawan mafia dan intervensi.

Dia menambahkan, rekam jejak para calon dirjen tersebut juga telah ditelusuri oleh instansi penegak hukum. Antara lain, Pusat Pengkajian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Komisi Pem be rantasan korupsi (KPK). Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengapresiasi Kementerian Keuangan dalam proses seleksi Dirjen Bea Cukai.

Dia melihat proses seleksi sudah terbuka dan melalui berbagai tahapan sehingga masyarakat harus percaya. "Siapapun yang terpilih kelak pada akhirnya harus bisa menerima dan menghormati keputusan Panitia Seleksi," kata dia. (vit/esi/jpnn)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.