Tertumpuk Stok Baru, Stok Lama Kadaluwarsa

timlo.net/nanang
timlo.net/nanang
Kepala Satpol PP Karanganyar Kurniadi Maulato sedang mengamati rokok kadaluwarsa
Karanganyar — Mayoritas pedagang yang kedapatan menjual rokok dengan cukai kadaluawarsa, adalah pedagang yang lupa mendisplai dagangannya. Akibatnya rokok stok lama tertumpuk dengan rokok stok yang baru dalam waktu yang lama hingga kadaluwarsa.
"Seharusnya (dagangan) yang pertama kali datang itu yang dijual lebih dulu. Ini karena saking banyaknya rokok sampai lupa," terang Narmi salah seorang pedagang yang kedapatan menjual rokok kadaluwarsa, Selasa (5/5).
Warga Tasikmadu tersebut, mengaku jika rokok itu memang sudah kadaluarsa cukup lama. Sebenarnya distributor rokok setiap satu bulan sekali selalu melakukan stok opname di tokonya. Namun karena lupa mengeluarkan rokok yang lebih dulu tiba, hingga menyebabkan kadaluarsa.
"Enggak banyak sih, tapi karena kelupaan dan nggak kelihatan ya nggak laku-laku hingga kadaluwarsa," kata pedagang Pasar Nglano tersebut.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Maulato mengatakan temuan itu justru merugikan pedagang sendiri. Karena pembeli enggan membeli rokok yang sudah kadaluarsa.
"Hasilnya temuan ini kita beli untuk menjadi barang bukti. Lalu dilaporkan ke kantor bea cukai. Kalau sudah kadaluarsa hendaknya segera dikembalikan ke perusahaanya. Karena yang rugi pedagang sendiri," tuturnya.

Editor : Wahyu Wibowo
sumber


Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.