‎Akibat Rokok Ilegal, Indonesia Rugi Rp 9,5 Triliun Per Tahun

JAKARTA, indopos.co.id – Kehadiran rokok ilegal semakin marak di pasaran, keadaan ini dinilai sangat merugikan negara. Bayangkan saja, batangan tembakau tanpa cukai dan peringatan bahaya mmerokok itu dijual dengan harga murah. Hal ini tentu saja menarik minat masyarakat menengah ke bawah, ujungnya negara rugi sampai triliunan rupiah.

"Kerugian negara itu 9 persen dari total rokok legal, yakni Rp 9,5 triliun pertahun," ujar Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesa (YLKI), Tulus Abadi saat ditemui dalamm diskusi bertajuk "Rokok Ilegal Merugikan Bangsa dan Negara" di Kantor Kementerian Kessehatan, Jakarta, Senin (8/6).

Menurutnya, hal ini terjadi akibat lemahnya pengawasan dari pihak bea cukai. Bahkan, ada dugaan kongkalikong antara oknum di bea cukai dengan pengusaha. Kolaborasi haram itu mengakibatkan peredaran rokok ilegal di nusantara semakin berkembang.

Kriteria rokok yang dilarang itu tak hanya absennya cukai dan gambar peringatan dalam sebungkus rokok. Rokok bekas yang lama tak terjual dan produksi tembakau kretek cacat pun ikut dalam kriteria rokok ilegal. Parahnya, barang tewrsebut laku dijual di kalangan masyrakat menengah akibat hargga murah.

"Kebanyakan tersebar di daerah pinggiran dan dikonsumsi masyarakat menengah," ujar Tulus.

Perusahaan rokok, seharuss menyadari bahaya pada rokok ilegal. Sehingga menjauhi niatan untuk menjual barang tersebut dan membuat rugi negara. Apalagi, dampak lanjutan rokok ileggal ini sangat berbahaya bagi masyarakat.

Terlebih, roadmap negara untuk produksi rokok pada 2015 sudah melebihi kuota sebesar 260 miliar batang. Sekedar info, hingga pertengahan tahun ini, produksi rokok dari semua perusahaan mencapai 350 miliar batang. Seharusnya, jika sudah menyentuh kuota, tiap perusahaan mencurahkan usahanya pada pemulihan kesehatan mmasyarakat.

"Roadmap negara ini kan 260 miliar batang rokok sudah tercapai, harusnya fokus di kesehatan," pungkas Tulus.

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek juga mengungkapkan bahaya rokok ilegal dari segi populasi perookok. Rokok jenis itu menurutnya berpotensi menggenjot jumlah perokok baru di Indonesia. Utamanya dikarenakan harga rokok tersebut lebih murah daripada rokok bercukai.

"Rokok ilegal juga tidak mematuhi peraturan pemerintah terkait pemasangan Peringatan Kesehatan Bergambar, sehingga informasi bahaya merokok tidak tersampaikan kepada masyarakat," ujar Nila. (adn)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.