Aturan Baru Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Dinilai Salah Fatal

JAKARTA - Aturan baru mengenai tarif pajak progresif kendaraan bermotor dinilai salah fatal. Pasalnya, aturan baru tersebut menyasar orang-orang yang berada dalam satu alamat untuk membayar pajak progresif.

"Sebenarnya kan (pajak progresif) diterapkan kepada Wajib Pajak (WP) yang punya mobil. Kalau bukan WP harusnya enggak dikenakan pajak," ujar Pengamat Pajak UPH Rony Bako kepada Okezone di Jakarta, Selasa (2/6/2015).

Ia mengaku melihat konsep pajak progresif tersebut secara prinsip. Menurutnya, pada prinsipnya, pajak tidak seharusnya dikenakan kepada yang bukan WP.

"Kesalahan fatal itu mereka buat orang yang satu keluarga. Padahal kan itu kenanya untuk WP saja seharusnya," ujar dia.

"Misalnya, itu mobil buat anak saya, pakai nama anak saya, padahal kan anak saya itu bukan WP karena belum punya NPWP (nomor pribadi wajib pajak)," tambah dia.

Saat ini, Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta memang menbuat konsep dan tarif pajak progresif kendaraan bermotor yang baru. Dalam Peraturan Daerah No. 2 tahun 2015 tersebut menyatakan, kendaraan yang dimiliki dengan nama dan atau alamat yang sama akan dikenakan tarif pajak progresif kendaraan bermotor.

Hal tersebut berarti, jika kendaraan tidak dimiliki dengan nama yang sama, tetapi menunjukkan alamat yang sama, maka akan dikenakan tarif pajak secara progresif. Tarif ini pun dimulai dari besaran 2 persen untuk kendaraan pertama hingga 10 persen untuk kendaraan ke-17 dan seterusnya.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.