Bea Cukai Ungkap Penyeludupan Sabu Senilai Rp2,8 Miliar

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Narkotika Nasional dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, menyita sabu seberat 2.176 kilogram senilai Rp2,828 miliar. Sabu diseludupkan di dalam housing unit CCTV.

"Narkotika ini disembunyikan di peralatan elektronik, yakni perlengkapan CCTV yang dibungkus alumunium foil dan plastik bening," kata Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok R. Fadjar Donny Tjahjadi di Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (3/6/2015).

Donny menerangkan, pihaknya mendapat informasi dari Badan Narkotika Nasional. Menurut informasi BNN, sabu diselundupkan jaringan internasional.

"Kemudian tim gabungan Camar Hijau menyisir laut. Setelah pengembangan, kita ketahui bahwa barang telah berada di gudang penyimpanan sementara di Tanjung Priok," imbuh Donny.

Setelah observasi, Bea Cukai menemukan sabu disembunyikan di dalam paket 'electrical unit' berisi housing CCTV.

"Hasil pemeriksaann satu dus paket electrical unit ada tiga CCTV CCD housing, dengan masing-masing dua bungkusan. Total enam bungkus dengan berat 1.030 gram. Dan tiga unit CCTV CCD housing, masing-masing dua bungkusan hitam. Total enam bungkus dengan berat 1.146 gram," jelas dia.


Sabu yang diungkap Bea Cukai - MTVN/Lukman

Pada kesempatan yang sama, Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi, mengatakan, barang terlarang itu berasal dari Tiongkok, tapi dikirim dari Hong Kong dan Singapura. Sedangkan tersangka, tambah Slamet, BNN masih melakukan pengembangan.

"Tersangkanya masih dalam pengembangan, karena ini masuk dalam rangkaian jaringan," tukasnya.

Kini barang bukti berupa sabu, telah diserahkan ke penyidik BNN guna pengembangan lebih lanjut.


Slamet dan Bea Cukai merilis sabu - MTVN/Lukman
TII

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.