Bunga Obligasi Rekap BLBI Rp 80 Triliun/Tahun Sebaiknya untuk Pangan

Jakarta - Peneliti dari Pusat Studi Sosial dan Politik (Puspol) Indonesia Kusfiardi Sutan Majo Endah mengatakan bunga obligasi rekap Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dibayarkan setiap tahunnya sebaiknya digunakan untuk pangan.

"Setiap tahunnya, pemerintah membayar bunga obligasi rekap tersebut sebesar Rp 80 triliun. Sebaiknya dana tersebut digunakan untuk mencapai ketahanan pangan," ujar Kusfiardi di Jakarta, Senin (1/6).

Dia menambahkan, pemerintah bisa menggunakan keputusan politik untuk membekukan bunga tersebut dan digunakan untuk ketahanan pangan. "Karena selama ini, petani jalan sendiri. Dukungan yang diberikan semua pemangku kepentingan masih kurang," tambah dia.

Menurut dia, yang diperlukan dari semua itu hanya ketegasan politik pemerintah. Bunga obligasi rekap tersebut harus dibayar hingga 2043. "Dengan pembayaran bunga obligasi rekap maka hasil pembayaran pajak rakyat hanya dinikmati perbankan dan menjadi sumber keuntungan bagi perbankan," ujarnya.

Seharusnya pajak rakyat tersebut bisa digunakan untuk kepentingan rakyat pula, bukan hanya dinikmati perbankan.
Dia menjelaskan penyelesaian kasus BLBI yang tidak berorientasi pada penegakan hukum justru memberi peluang praktik amoral dan merusak tatanan ekonomi. Bahkan rakyat harus menanggung beban dalam bentuk pembayaran obligasi rekap.

Penegasan yang sama juga pernah dilontarkan Koalisi Anti Utang (KAU) agar penghematan anggaran dilakukan secara selektif dan dialihkan untuk kegiatan produktif rakyat. Protes KAU disampaikan pada akhir Januari lalu ketika mengkritisi Nota Keuangan RAPBN Perubahan (RAPBN-P) 2015 dimana pemerintah justru memangkas habis subsidi BBM jenis premium dan jenis solar menjadi subsidi tetap Rp 1.000 per liter.

Anehnya, menurut KAU, pemerintah tidak menganggap pembayaran utang sebagai komponen yang membebani anggaran dan membatasi kemampuan negara untuk menjalankan kewajiban konstitusi yaitu, melindungi, mencerdaskan dan menyejahterakan rakyat. Pembayaran utang yang dimaksud seperti bunga obligasi rekap BLBI yang berkisar Rp 80 triliun setiap tahun.

/HS

Antara

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.