HSBC Didenda Terkait Kasus Pencucian Uang

VIVA.co.id - Bank terkemuka asal Inggris, HSBC, didenda 27,8 juta pound sterling oleh otoritas berwenang Jenewa, Swiss. Ini terkait kasus pencucian uang pada anak usaha HSBC di Swiss.

Demikian dilansir The Guardian, Kamis 4 Juni 2015, mengutik dari Jaksa Agung Jenewa, Olivier Jornot. HSBC merupakan bank terbesar di Eropa. "Hal ini menunjukkan betapa lemahnya hukum di Swiss sehingga bisa masuk dana kriminal ke dalam sistem keuangan," kritik Jornot.

Otoritas berwenang Jenewa setuju untuk menutup penyelidikan pencucian uang di HSBC dengan imbalan untuk menyelesaikan keuangan. Tetapi, Jornot memperingatkan HSBC.

"Perlakuan seperti ini hanya berlaku sekali," ancamnya.

Jornot mengkritik bahwa HSBC selama ini seperti menutup mata untuk kegiatan perdagangan senjata ilegal dan membantu orang-orang kaya untuk menghindari pajak.

Sebelumnya, Jornot memerintahkan untuk menggeledah kantor HSBC di Jenewa, Rabu 18 Februari 2015, serta mengatakan telah membuka penyelidikan kriminal atas tuduhan tindak pencucian uang.

Sementara itu, pihak HSBC memberikan pernyataan bahwa penyelidikan kriminal atas tuduhan tindak pencucian uang di HSBC hari ini resmi ditutup.

"Penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa penuntut umum Jenewa ke HSBC Private Bank (Suisse) SA hari ini secara resmi telah ditutup. Jaksa Jenewa mengakui kemajuan yang telah dilakukan bank dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perbaikan dalam fungsi kepatuhan, proses internal, dan teknologi," papar HSBC. (ren)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.