Indonesia Kehilangan Banyak Potensi Pajak karena Rokok Ilegal

JAKARTA - Peredaran rokok ilegal apa pun bentuknya, mulai dari penyelundupan hingga memproduksinya tanpa izin membuat rugi pemerintah. Pasalnya, pemerintah telah kehilangan pajak yang bisa digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan yang diberikan negara, termasuk pelayanan kesehatan.

"Yang kami cemaskan adalah upaya produsen tembakau memanfaatkan kesenjangan hukum dan sistem pemerintah dalam upayanya meraih pembeli dan menghindari kewajiban pajak. Jadi tak jarang mereka memanfaatkan celah hukum untuk menghindari kenaikan pajak," kata WHO Country Representative in Indonesia, Khanchit Limpakarnjanarat, di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Dia mencontohkan, negara-negara yang berhasil meminimalisir perdagangan rokok ilegal adalah negara-negara yang memberlakukan peraturan pajak yang kuat, seperti meningkatkan pajak tembakau.

"Jadi guna menangkal perdagangan rokok ilegal, kami mendukung jika pemerintah meningkatkan pajak tembakau, hal itu bisa dilakukan sambil memperkuat sistem pemantauan dan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal,"tuturnya

Sekadar informasi, riset yang dilakukan Deutsche Bank menunjukkan harga rokok di Indonesia paling murah dibandingkan negara lainnya. Namun, dengan cukai yang masih sangat rendah, penyelundupan rokok ilegal masih terbilang besar. Pada 2013 rokok ilegal mencapai 7 persen dari total produksi nasional sebanyak 320 miliar batang.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.