Kanwil DJP Jawa Timur III Gelar Diskusi Rutin Pajak Bertema Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015

Kamis, 28 Mei 2015 Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III bekerjasama dengan Tax Center Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan kegiatan diskusi pajak bertajuk "DR Pajak (Diskusi Rutin Pajak) 2015" dengan tema diskusi PMK Nomor 91/PMK.03/2015 dan PMK Nomor 29/PMK.03/2015.

Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung C Lantai 3 FIA UB dan diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa FIA UB yang sebagian besar merupakan mahasiswa Program Studi Perpajakan. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Ketua Prodi Perpajakan Kadarisman Hidayat.

Dalam sambutannya Hidayat menyampaikan bahwa tax ratio Indonesia saat ini masih rendah, oleh karena itu tugas kita semualah untuk meningkatkan kesadaran dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Untuk itu diperlukan pemahaman bahwa pajak bukanlah perampasan namun merupakan kewajiban kita sebagai seorang warga negara.

Acara dilanjutkan dengan paparan oleh narasumber dari Kanwil DJP Jawa Timur III yaitu Kasi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Nur Falaq Rachmaningtiyas dan Kasi Data dan Potensi, Nanang Suyanto. Dalam paparannya, Nur Falaq Rachmaningtiyas menyampaikan bahwa tahun 2015 telah dicanangkan sebagai Tahun Pembinaan Wajib Pajak.

Hal ini dilatarbelakangi oleh tax ratio serta kepatuhan Wajib Pajak yang masih rendah. Untuk itu dikeluarkan PMK Nomor 91/PMK.03/2015 tentang Pengurangan Atau Penghapusan Sanksi Administrasi Atas Keterlambatan Penyampaian Surat Pemberitahuan, Pembetulan Surat Pemberitahuan, Dan Keterlambatan Pembayaran Atau Penyetoran Pajak.

Melalui aturan ini, Wajib Pajak diberi kesempatan untuk memperbaiki pemenuhan kewajiban perpajakannya dengan diberi penghapusan atau pengurangan sanksi administrasi.

Paparan kemudian dilanjutkan oleh Nanang Suyanto yang menyampaikan tentang PMK Nomor 29/PMK.03/2015 tentang Penghapusan Sanksi Administrasi Bunga yang Terbit Berdasarkan Pasal 19 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009.

Antusiasme mahasiswa dalam diskusi ini cukup besar, terbukti dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang mereka lontarkan. Para mahasiswa juga sangat kritis dalam menanggapi kedua aturan ini, terlihat dari beberapa tanggapan yang muncul misalnya apakah dengan adanya PMK ini tidak malah membuat Wajib Pajak yang taat kecewa karena Wajib Pajak yang tidak patuh malah diberi semacam fasilitas/reward serta bagaimana dengan prinsip keadilan dalam aturan ini.

Narasumber menyampaikan bahwa reward sebenarnya secara tidak langsung diberikan kepada Wajib Pajak yang patuh misalnya dengan pemberian penghargaan kepada Wajib Pajak patuh serta kemudahan Wajib Pajak patuh dalam mengikuti tender pemerintah sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan mereka.

Terkait prinsip keadilan, dengan aturan ini Wajib Pajak yang tidak patuh diajak untuk secara sukarela ikut berkontribusi dalam pajak. Jika yang terjadi selama ini Wajib Pajak patuh saja yang berkonstribusi malah sebenarnya sedang terjadi ketidakadilan karena Wajib Pajak yang tidak patuh juga ikut menikmati hasil pajak.

Di akhir acara narasumber menghimbau agar para mahasiswa dapat turut serta mensukseskan tahun 2015 sebagai Tahun Pembinaan Wajib Pajak dengan ikut menyebarkan informasi terkait PMK ini kepada masyarakat sekitar.

Target penerimaan pajak tahun ini cukup besar yakni sekitar 40% dari realisasi penerimaan pajak tahun lalu, untuk itu diperlukan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkannya.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.